- CTI-CFF di Bali, Komitmen 6 Negara Kelola Sumber Daya Laut Berkelanjutan
- Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen, Pelindo Petikemas Optimis Capai Melebihi Target 2025
- Siapkan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Gandeng Perguruan Tinggi
- 1,2 Ton Sembako Diterbangkan Cassa TNI AL untuk Korban Banjir Sibolga
- KRI Soeharso-990 dan Rumah Sakit Lapangan TNI AL Layani Korban Banjir, Banyak Kena ISPA dan Diare
- 55 Kapal Pelni Layani Pemudik Nataru 2025-2026, Dirut: Utamakan Pelayanan Aman dan Nyaman
- Aksi Aspirasi TKBM, Terminal Peti Kemas Bagendang Dipastikan Berjalan Normal
- Kapal Rumah Sakit, Penuhi Harapan Warga Korban Bencana Pulihkan Kesehatan
- Gubernur Aceh Sambut Kedatangan KRI Teluk Gilimanuk-531, Terima Bantuan Kemanusiaan
- KRI Sultan Thaha Syaifuddin-367 Debarkasi Bantuan Logistik di Wilayah Lhokseumawe
Curhat Maura ke Nurul Arifin: Mom, aku lelah..
-

Keterangan Gambar : Maura sering curhat ke ibunya. semasa hidup.Foto: Instagram/@na_nurularifin
IMN-Indonesiamaritimenews.com,JAKARTA : Putri sulung Nurul Arifin, Maura Magdalia Madyaratri seperti meninggalkan firasat kepada ibunya. tetapi mungkin kata-kata yang diucapkannya dianggap biasa oleh sang bunda. Bukan pertanda akan pergi selamanya.
Di rumah duka di Pondok Cinere, Depok, tempat jenazah disemayamkan, Nurul mengungkapkan momen terakhir yang dilewatinya bersama sang putri. Beberapa hari sebelum meninggal, Nurul sempat mengobrol dengan putrinya.
Ketika itu Maura mengaku lelah. "Dua malam sebelum berpulang dia datang ke kamar saya. Dia bilang, ‘Mom, I am tired (Ma, aku capek). I am tired (Aku capek) karena tidak bisa memenuhi harapanmu’,” ungkap Nurul di rumah duka, Selasa (25/1/2022).
Baca Lainnya :
- Nurul Arifin Berlutut0
- Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia0
- Catat! Bandara Halim Perdanakusuma0
- Kecelakaan Truk Kontainer di Balikpapan0
- Digitalisasi Priok0
“Maura bilang lagi, ‘Aku enggak bisa seperti kamu. Enggak seperti adikmu, aku enggak bisa membahagiakanmu’.” Sebagai ibu, Nurul mencoba menenangkan putrinya. Kepada Maura, Nurul mengatakan bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dan tak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
SERING BEGADANG
Diungkapkan Nurul, dalam kehidupan sehari-hari dunia putrinya tersebut seperti terbalik. Maura memiliki kebiasaan bergadang setiap hari. Hampir setiap hari ia bangun tidur pukul 16.00 WIB. "Dia kalong ya, dia kalau siang tidur, kalau malam baru bangun, gitu. Jadi terbalik dunianya," kata politisi Golkar ini.
Bangun tidur sore hari, Maura kerap disuruh makan oleh ibunya. Namun lantaran tidak ada aktivitas lagi, gadis cantik itu kembali tidur. Diduga, Maura mengalami depresi dan beban pikiran akibat ketidak pastian wisuda S2. Maura sedang menunggu wisuda S2 di kampusnya di Sidney, Australia. Sementara Australia kini sedang lockdown.
Sedangkan Mayong mengatakan, kemungkinan kondisi putrinya memang sudah drop karena kurang istirahat karena mempersiapkan wisuda yang akan dilaksanakan pada Maret mendatang di Sydney University. “Maura baru saja selesai S2. Tinggal menunggu prosesi wisuda. Kemudian dia juga melamar kerja, mungkin karena stress beberapa hari tidak tidur, ya begitulah. Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dideteksi oleh kita semua,” ucap Mayong.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, Maura Magdalia Madyaratri, putri sulung Nurul Arifin-Mayong, meninggal dunia mendadak pada Selasa (25/1/2022) subuh dalam usia 28 tahun. Jenazah Maura direncanakan akan dimakamkan di Sandiego Hill, Karawang, Rabu (26/1/2022). (Oriz)











