- Setahun Danantara Indonesia, PELNI Salurkan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Maluku
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Banten Siapkan Pelabuhan Ciwandan Layani Pemudik
- Dilepas Kasal, Ratusan Peserta Pesantren Kilat Ramadhan 2026 Berlayar Naik KRI Semarang-594
- Ketika Pelaksanaan Bongkar Muat di Pelabuhan Tak Sesuai Perencanaan Teknologi Operasi Kembaran Digital Super Cerdas Hadir Menyelesaikan
- Arus Mudik Lebaran 2026, Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral
- 108 Ribu Penumpang, 353 Ribu Kendaraan Diprediksi Menyeberang dari Sumatera-Jawa
- Patroli Laut KRI Siribua-859, Kodaeral XII Amankan Objek Vital Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik
- Turun dari Kapal, Truk Bawa Puluhan Ribu Rokok Ilegal Dicegat Prajurit Lanal Mataram
- Presiden Prabowo Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Sumber Persatuan dan Kedamaian Bangsa
- PELNI Pulangkan Hewan Endemik Papua Selundupan di KM Sinabung
Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Lewat Smart Buoy, Tekan Risiko Kecelakaan Kapal

Keterangan Gambar : Ditjen Perhubungan Laut dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI mengimplementasikan teknologi Smart Buoy (Pelampung Suar Cerdas) di Alur Pelayaran strategis Tanjung Intan Cilacap, Jumat (13/2/2026). Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan terobosan dalam memodernisasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) guna menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran logistik nasional.
Hal ini diperkuat dengan kolaborasi strategis antara Ditjen Perhubungan Laut dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI. Kedua pihak mengimplementasikan teknologi Smart Buoy (Pelampung Suar Cerdas) di Alur Pelayaran strategis Tanjung Intan Cilacap, Jumat (13/2/2026).
Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, mengatakan wilayah ini dipilih karena peran vitalnya sebagai simpul logistik regional dan jalur utama distribusi energi, mengingat Cilacap merupakan rumah bagi kilang minyak terbesar di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar0
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka0
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang0
- Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan0
- Posko Pusat Resmi Ditutup, Menhub: Angkutan Nataru 2025/2026 Lancar Terkendali0
"Sinergi antara sektor riset dan operasional adalah kunci menjawab tantangan keselamatan pelayaran yang kian kompleks. Dengan teknologi Smart Buoy, kita tidak hanya memantau posisi, tetapi mendapatkan data real-time mengenai keandalan SBNP. Jika ada gangguan atau pergeseran posisi, sistem akan memberikan notifikasi seketika sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat," ungkap Hernadi.
Inisiatif di Distrik Navigasi Tanjung Intan Cilacap ini, lanjut Hernadi, diharapkan akan menjadi percontohan nasional dalam pengembangan SBNP berbasis teknologi di 25 Distrik Navigasi lainnya yang mengelola total 5.468 unit SBNP di seluruh Indonesia.
“Digitalisasi SBNP memungkinkan pemeliharaan yang lebih terukur dan mengurangi risiko kecelakaan kapal di alur sempit yang dapat mengganggu distribusi energi nasional,” jelasnya.
Perkuat Sektor Maritim
Sementara itu Kepala BRIN, Arif Satria menekankan pengembangan Smart Buoy ini sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, mendorong transformasi digital, serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
“Melalui sistem monitoring berbasis real-time dan data presisi, keselamatan alur pelayaran di wilayah strategis seperti Alur Tanjung Intan Cilacap yang merupakan kawasan objek vital energi nasional dapat terjamin secara lebih akurat, responsif, dan terintegrasi,” tutur Arif.
Sebagai informasi, Alur Pelayaran Tanjung Intan Cilacap melayani lalu lintas Kapal Tanker menuju Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari. Gangguan pada navigasi di jalur ini berpotensi menghambat stabilitas ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan peninjauan langsung terhadap unit Smart Buoy Nomor 19 serta demonstrasi sistem monitoring digital yang menampilkan performa lampu dan sensor Pelampung Suar secara terintegrasi.
Momentum ini juga ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan atas Kolaborasi Riset dan Inovasi dalam pengembangan fitur Smart Buoy pada Pelampung Suar (Redesign) berdiameter 2,5 meter. Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara sektor riset dan sektor operasional dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi keselamatan pelayaran serta ketahanan energi nasional. (Bow/Mar)











