- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 2026
- Tentara Cilik Serbu Kapal Perang di Markas Kodaeral XII
- Optimalisasi TBS, Terminal Teluk Lamong dan Aptrindo Perkuat Kolaborasi Lancarkan Arus Logistik
- Kontribusi Kemanusian dan Kesehatan, TPK Koja Selenggarakan Donor Darah
- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok
- Optimisme Masyarakat, Kabupaten Garut Utara Segera Menjadi Prioritas Nasional Otonomi Daerah
TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok

Keterangan Gambar : Upaya penyelundupan 74 Ton arang bakau ilegal yang diangkut menggunakan dua kontainer digagalkan oleh TNI AL di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Upaya penyelundupan 74 Ton arang bakau ilegal yang diangkut menggunakan dua kontainer digagalkan oleh TNI AL di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia dalam penjelasannya mengungkapkan upaya penyelundupan itu digagalkan pada Rabu (28/1/2026).
Penangkapan bermula dari adanya informasi i bahwa di Pelabuhan Tirta Ria, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat telah terpantau kegiatan pemindahan arang bakau ke dalam dua unit kontainer ukuran 40 ft.
Baca Lainnya :
- Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba0
- BBM Ilegal Mau Didistribusikan ke Kapal SPOB, Digagalkan Patroli TNI AL0
- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL0
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda0
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal0
Pemindahan rang bakau itu dilakukan dari kapal kayu KM Surya Jaya 1, dengan jumlah muatan sekitar 400 karung arang bakau dengan rencana tujuan jakarta, menggunakan kapal Icon James II 13.
Kasus ini segera ditindaklanjuti, TNI AL eudian berkoordinasi dengan KP3, KLH, Bea Cukai Tanjung Priok, Pelindo, BKSDA serta stakeholder terkait. Selanjutnya dilakukan pembongkaran muatan kontainer dari kapal Icon James II 13, yang telah tiba di Dermaga 210 Tanjung Priok, Jakarta.
“Setelah dilakukan pembongkaran, ditemukan bahwa isi dua kontainer tersebut yaitu adalah komoditas arang bakau sekitar 74 ton. Jika mengacu nilai pasar ekspor yaitu sekitar Rp. 23.500,- per Kg, diperkirakan kerugian negara mencapai sekitar Rp1,7 miliar," ungkap Laksda Uki.
"Selain kerugian ekonomi, secara ekologis, produksi arang bakau tersebut, diperkirakan berasal dari penebangan sekitar 1.400 hingga 1.500 pohon bakau dewasa,” sambung dia.
Barang-barang tersebut selanjutnya diserahkan ke aparat terkait guna proses hukum lebih lanjut.
Sebagai catatan, dampak kerusakan mangrove dalam skala besar berpotensi meningkatkan abrasi, menurunkan hasil perikanan, mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta berdampak pada kerusakan ekosistem lingkungan yang dapat mengakibatkan bencana alam.
Sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL terus berkomitmen untuk terus menjaga kedaulatan laut Indonesia dari segala bentuk pelanggaran hukum. Hal ini adalah upaya penegakan hukum yang dilakukan demi menjaga keberlanjutan lingkungan. (Arry/Mar)











