- Libur Imlek Dongkrak Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali
- Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di 63 Terminal Penumpang
- Ditjen Hubla Revalidasi Auditor ISPS Code 2026, Perkuat Pengawasan Keamanan Kapal dan Pelabuhan
- Hidupkan Budaya Keselamatan Maritim di Labuan Bajo, Kemenhub Gelar Kampanye
- Kapal Patroli KN Jembio-P215 Padamkan Kebakaran KM Inti Marina VII di Perairan Pulau Ular
- KM Inti Mariana VII Terbakar di Selat Sunda, TNI AL Evakuasi 28 Penumpang, 1 Tewas, 2 Hilang
- Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Lewat Smart Buoy, Tekan Risiko Kecelakaan Kapal
- Lonjakan Arus Barang Ramadan, IPC Terminal Petikemas, Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal
- Presiden Trump Puji Presiden Prabowo Pemimpin Tangguh dan Dihormati Dunia: Saya Tidak Ingin Berhadap
- Pidato di Amerika: Presiden Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM
Terapkan Inaportnet, TUKS Bukit Asam Pelabuhan Tarahan Lampung Harus Patuhi Standar Operasional

Keterangan Gambar : Pelabuhan Tarahan Lampung. Foto:dok. PT. Bukit Asam
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BANDAR LAMPUNG: Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan, Lampung, kini telah menerapkan Inaportnet. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong digitalisasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia
TUKS PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pelabuhan Tarahan, merupakan TUKS di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, Bandar Lampung.
Inaportnet adalah sistem informasi layanan secara elektronik berbasis internet yang terpusat dan mengkolaborasikan standar pelayanan operasional pelabuhan, untuk melayani kegiatan kapal dan barang di pelabuhan. Lewat digitalisasi ini pelayanan pelabuhan akan lebih cepat dan transparan.
Baca Lainnya :
- Pelabuhan Lembar dan Gili Mas Bersolek Mempercantik diri Menyambut Penonton MotoGP Mandalika0
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspadai Cuaca Ekstrem 17-23 Februari 0
- Menteri Perdagangan Ancam Pelaku Usaha Timbun Minyak Goreng0
- Bobol Gawang Tim Jatim 3-0, SIWO DKI Juara Piala Gibran 20220
- Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Diganjar 3 Tahun 6 Bulan Penjara0
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengatakan implementasi Inaportnet saat ini telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya. Pengawasan pelaksanaannya juga ditinjau langsung oleh Kemenkomarves dan KPK.
Untuk itu dalam pelaksaaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen ini tentunya perlu selalu dijaga agar seluruh mitra kerja yang telah terlibat dapat bersinergi dengan baik dan konsisten.
Arif berpesan, dalam penerapan aplikasi Inaportnet nanti, aspek yang pertama harus dijunjung tinggi adalah komitmen. “Yaitu bagaimana seluruh stakeholder yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang disepakati. Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka aplikasi ini tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan barang di pelabuhan” ujar Arif di Jakarta, dalam keterangannya dikutip Jumat (17/2/2022).
Aspek kedua yang harus tetap dijaga adalah koordinasi, yaitu bagaimana setiap pihak yang berkepentingan dapat saling bahu-membahu. Ini untuk mewujudkan tujuan implementasi dari aplikasi ini yang tentunya melibatkan banyak pihak dan instansi terkait.
Arif juga mengajak semua pihak untuk terus berinovasi, terus meningkatkan kinerja dan pencapaian, sehingga dapat membuat Aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah dicapai sekarang.
Penandatanganan Pakta Integritas dilakukan oleh Direktur Utama PT. Pelabuhan Bukit Prima M. Firmansyah dan General Manager PT. Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan Dadar Wismoko. Penandatanganan disaksikan secara langsung oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Mugen Sartoto dan Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting.
Sebagai catatan, kunjungan kapal dan bongkar muat batu bara di TUKS Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan cukup tinggi. Pada tahun 2021 terdapat 1.148 call, terdiri dari 1.031 call kapal domestik dan 117 call kapal ekspor.
Pada Januari 2022 terdapat 102 call kapal domestik dan 4 call kapal ekspor. Sedangkan total barang yang terangkut pada tahun 2021 sebanyak 14,51 juta TEUs. Sedangkan Januari 2022 sebanyak 1,34 juta TEUs
Penggunaan sistem Inaportnet dalam pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Panjang sudah diresmikan (go live) sejak tahun 2017, namun terbatas hanya untuk pelayanan kapal-kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum.(Arry/Oriz)











