- Tiba di Vladivostok Rusia, Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Eastern Economic Forum ke-11
- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan
- HPN 2027 di Lampung Digelar Inklusif dan Kolaboratif, Begini Sejarah Lahirnya Hari Pers
- Pasmar 2 Gelar Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Pengabdian
- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas
- TNI AL Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla di Mempawah dan Kubu Raya
- Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan
- TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Indonesia
- Diikuti 12.128 Peserta, Kemnaker Mulai Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik

TENTARA Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memasuki usia ke-80 pada 10 September ini. Di era globalisasi ini, TNI AL menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) hingga dinamika geopolitik.
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI AL tahun 2025 ini mengangkat tema "Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe TNI AL Siap Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, dan Berdaulat menuju Indonesia Maju". Puncak acara akan digelar di Markas Komando Armada (Koarmada) RI, Jakarta yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Menengok ke belakang, kekuatan Angkatan Laut Indonesia tidak terlepas dari kultur sejarah nenek moyang bangsa yang dikenal berdarah pelaut. Artinya, kekuatan maritim Indonesia sudah lahir sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Sebutan sebagai bangsa bahari pun disandang bangsa Indonesia mengingat negeri ini dikelilingi oleh 17.000 pulau di tengah laut luas dari Sabang sampai Merauke.
Baca Lainnya :
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam0
- Menuju Kota Global, Membangun Etalase Jakarta dari Pesisir0
- Jakarta Kota Maritim Dunia, Wilayah Pesisir, Etalase, Menunggu Digarap Serius0
TNI Angkatan Laut (TNI AL) lahir dan tumbuh bersama rakyat. TNI AL dibentuk pada 10 September 1945 sebagai Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut oleh para pelaut veteran dan masyarakat maritim yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Karenanya filosofi bahwa "TNI lahir dari rakyat, mengabdi untuk rakyat, dan selalu bersama rakyat" menjadi landasan utama yang ditanamkan dan mengakar dalam jiwa setiap prajurit matra laut Jalasena.
Kini di usia 80 tahun, tantangan TNI AL di era globalisasi dan kancah dunia semakin kompleks. Di bawah kepimpinan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Dr. Muhammad Ali, matra laut bergerak maju beradaptasi dengan terus berkembangnya teknologi militer dunia. Tentu juga tanpa meninggalkan peran sosial TNI AL di tengah masyarakat.
Langkah yang dilakukan TNI AL antara lain melakukan modernisasi Alutsista, penguatan SSM, serta menata ulang struktur komando dengan melakukan validasi guna memperkuat organisasi. Tepat HUT TNI AL pada 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) TNI AL. Langkah ini sebagai validasi organisasi yang mengubah nomenklatur Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi Kodaeral.
Diresmikannya14 Kodaeral sekaligus dikukuhkannya 14 Komandan Kodaeral di seluruh wilayah Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, profesionalisme, serta memperkuat pertahanan laut, dukungan logistik, dan fungsi teritorial di tengah dinamika percaturan geopolitik.
Di usia ke 80 tahun ini sederet tugas harus dijalankan para prajurit jalasena. Selain dituntut terus meningkatkan profesionalisme dalam operasi militer, prajurit TNI AL juga menjalankan fungsi sosial melaluinoperasi non militer. Operasi non militer dilakukan dengan terjun langsung dalam penanggulangan bencana alam, evakuasi, dan pemberian bantuan logistik di berbagai pulau terpencil.
Menggelar bakti sosial, program Pembinaan Potensi Maritim (Potmar): Memberdayakan masyarakat pesisir, membina nelayan, dan mengedukasi generasi muda tentang kemaritiman sejak dini dan berbagai progam lainnya.
Selain itu TNI AL juga melalukan penegakan hukum di laut dan menindak berbagai tindak pidana seperti penyelundupan, pencurian kekayaan laut dan lainnya.
Delapan dekade TNI AL adalah bukti ketangguhan angkatan laut Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara. Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe”, TNI AL terus melaju mengawal kedaulatan dan kejayaan maritim Nusantara. Membangun optimisme untuk terus maju, pengabdian tanpa batas, bersatu padu dengan masyarakat adalah tekad prajurit Jalasena Nusantara. Jalesveva Jayamahe, Dirgahayu TNI AL. (Red)











