- Bantu Petambak Garam Genjot Produksi, KKP Terapkan Teknologi SWSO
- Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern
- IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan Warakas Nuansa K3 Nasional 2026
- Seminar Nasional HPN 2026: Bangun Infrastruktur, Transportasi dan Pelabuhan Ciwandan untuk Banten
- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
Pabrik Sabu di Apartemen Digerebek BNN, Koki Peracik Narkoba dan Marketing Diringkus

Keterangan Gambar : Kepala BNN, Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti yang ditemukan di unit apartemen yang dijadikan clandestine laboratory di Tangerang. Foto: BNN
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TANGERANG: Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek clandestine laboratory atau pabrik sabu di apartemen kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Di tempat ini dua tersangka memproduksi narkotika golongan I jenis sabu.
Dua orang tersangka yakni IM yang berperan sebagai koki, serta DF yang bertugas sebagai marketing yang memasarkan sabu diringkus petugas.
Kepala BNN Komjen Suyudi menjelaskan, jaringan ini sudah beroperasi selama 6 bulan. Ia mengungkapkan, clandestine laboratory ini terbongkar berkat kerja sama BNN RI dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca Lainnya :
- Penyelundupan 28 Ribu Benih Bening Lobster Digagalkan Polres Tangerang0
- PT LRT Jakarta dan Baharkam Polri Tandatangani Wasdal Sistem Manajemen Pengamanan0
- 10,3 Kg Sabu Malaysia Modus Dililit di Badan, Dibongkar TNI AL di Pelabuhan Tanjung Priok0
- Penyelundupan 31 Kg Sabu Digagalkan Tim Terpadu TNI AL dan Polda Riau di Pelabuhan Roro Dumai0
- Tim F1QR Lanal Bintan Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Pelaku Buang Barang Bukti ke Laut0
"Kita amankan dua orang pelakunya, Saudara IM yang bertugas sebagai koki atau pemasak. Kemudian satu lagi Saudara DF yang bertugas sebagai marketing atau memasarkan hasil olahan tersebut," ungkap Suyudi di lokasi, Sabtu (18/10/2025).
Mantan Kapolda Banten ini menjelaskan, kasus ini terbongkar berawal ketika tim gabungan melakukan operasi pada Jumat (17/10) pukul 15.24 WIB di salah satu unit apartemen yang berada di lantai 20.
Berdasarkan hasil pengintaian dan observasi mendalam, diketahui sebuah unit apartemen dijadikan tempat memproduksi sabu. "Kegiatan jaringan ini sudah beroperasi selama 6 bulan," sambung Suyudi.
Petugas pun melakukan penggerebekan dan menemukan sejumlah barang bukti di lokasi tersebut. Adapun barang bukti yang diamankan yaitu sabu padatan hasil produksi sebanyak 209,02 gram dan dalam bentuk cair sebanyak 319 mililiter; asam sulfat 400 mililiter; prekursor toluent 3,43 liter; 2 gelas kimia (breaker glass) serta peralatan lainnya.
Kedua terangka adalah resedivis dalam kasus sama di tahun 2016. Keduanya mengaku sudah meraup keuntungan sekitar Rp1 miliar selama 6 bulan terakhir.
Komplotan ini mengaku memperoleh bahan prekursor narkoba dari mengekstrak obat-obatan asma sebanyak 15.000 butir pil yang menghasilkan 1 kilogram epherine murni. Sedangkan peralatan untuk meracik dibeli secara online.
Keduanya dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider lagi Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (Bow/Oryza)











