- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
- 10 Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Kasi Basarnas Makassar Sujud Syukur
- Jenazah Pegawai KKP Deden Maulana, Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Teridentifikasi
- Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung
- 3 Karyawan KKP Jadi Penumpang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Menteri Trenggono: Kami Sedih
- Kodaeral V Hadiri 700 Air Defence Run di Surabaya, Olahraga Terpadu dan Jaga Soliditas
Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat

Keterangan Gambar : Operasional IPC TPK, arus petikemas Terminal Petikemas Pontianak sepanjang tahun 2025 (s.d. Desember) tercatat sebesar 283.045 TEUs, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 263.391 TEUs. Dengan demikian, kinerja Area Pontianak tumbuh sekitar 7,47% secara tahunan (year-on-year).Foto: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PONTIANAK: Catatan operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Pontianak di awal tahun menggembirakan menunjukkan peningkatan kinerja operasional sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya .
Peningkatan itu seiring dengan menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K30
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 20250
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo0
- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim0
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya0
Berdasarkan data yang diterima Indonesiamaritimenews.com (26/2/2026), operasional IPC TPK, arus petikemas Terminal Petikemas Pontianak sepanjang tahun 2025 (s.d. Desember) tercatat sebesar 283.045 TEUs, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 263.391 TEUs. Dengan demikian, kinerja Area Pontianak tumbuh sekitar 7,47% secara tahunan (year-on-year).
Peningkatan arus petikemas tersebut didorong oleh bertambahnya aktivitas pelayaran dan volume muatan. Sepanjang Desember 2025, jumlah kunjungan kapal (ship call) meningkat sebanyak 43 kapal dibandingkan bulan sebelumnya, yang berdampak pada kenaikan arus petikemas sebesar 438 box atau 404 TEUs secara bulanan.
Dari sisi pelayaran, pertumbuhan volume petikemas secara tahunan tercatat pada sejumlah perusahaan pelayaran utama, antara lain Ganendra Catra Sakti yang meningkat 2,82%, Indo Container Line yang tumbuh signifikan sebesar 40,55%, serta Meratus Line yang mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 93,40% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, arus petikemas domestik Area Pontianak juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 19,75% dibandingkan tahun 2024, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi antar pulau di wilayah Kalimantan Barat.
“Kinerja Area Pontianak yang terus tumbuh sepanjang tahun 2025 menunjukkan peran terminal yang semakin strategis dalam mendukung arus logistik dan perdagangan regional,” ujar M. Loutfie Hidayat, Manager IPC TPK Area Pontianak.
Kinerja operasional Terminal Petikemas Pontianak tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat yang menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri tetap terjaga sepanjang tahun 2025. BPS mencatat bahwa pada November 2025, nilai ekspor Kalimantan Barat mencapai US$177,13 juta, sementara nilai impor tercatat sebesar US$51,02 juta, sehingga neraca perdagangan berada pada posisi surplus.
Secara kumulatif, nilai perdagangan luar negeri Kalimantan Barat periode Januari–November 2025 juga mencatat surplus sebesar sekitar US$1,13 miliar, mencerminkan kuatnya kinerja ekspor daerah. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan layanan petikemas di Terminal Petikemas Pontianak sebagai salah satu gerbang utama arus barang ekspor dan impor di Kalimantan Barat.
Menurut Loutfie, ke depan, IPC Terminal Petikemas akan terus berfokus pada peningkatan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta penguatan peran Terminal Petikemas Pontianak dalam mendukung kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.(Arry/Oryza)











