- Bantu Petambak Garam Genjot Produksi, KKP Terapkan Teknologi SWSO
- Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern
- IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan Warakas Nuansa K3 Nasional 2026
- Seminar Nasional HPN 2026: Bangun Infrastruktur, Transportasi dan Pelabuhan Ciwandan untuk Banten
- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama

Keterangan Gambar : Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia, Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama. Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama.
Komitmen bersama ini disampaikan Presiden Prabowo pada Keterangan Pers Bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026.
“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ungkap Presiden Prabowo.
"Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” sambung Presiden Prabowo.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo dan Raja Charles III Bahas 57 Taman Nasional Indonesia0
- Presiden Prabowo dan Raja Charles III Perkuat Diplomasi Konservasi Gajah Peusangan0
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris0
- 16 Tahun Menjaga Laut Lebanon, Kehebatan Prajurit Kapal Perang TNI AL Diakui Dunia0
- Presiden Prabowo dan Vladimir Putin Sepakat Pererat Kerja Sama Indonesia-Rusia0
Kepala Negara menjelaskan, posisi geografis Indonesia dan Australia yang berdekatan membuat kedua negara ini ditakdirkan hidup berdampingan. Oleh karena itu, hubungan bilateral kedua negara dibangun di atas dasar saling percaya dan itikad baik.
“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” lanjutnya.
Kelanjutan Proses Panjang
Sementara itu, PM Albanese menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu. Perjanjian tersebut, menurut Albanese dibangun di atas fondasi sejarah kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama tiga dekade.
“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah kemitraan strategis komprehensif kita,” ucap PM Albanese.
“Hari ini saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden, sebuah momen bersejarah dalam hubungan bangsa kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita adalah dengan bertindak bersama,” tambah PM Albanese.
Lebih lanjut, PM Albanese menilai perjanjian ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman kepercayaan antara Australia dan Indonesia. Perjanjian ini dipandang sebagai perluasan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah terjalin.
Serangkaian inisiatif kerja sama pertahanan baru, menurut Albanese mencerminkan kepercayaan dan ambisi strategis yang makin meningkat. Termasuk di antaranya yakni penawaran untuk membentuk posisi baru bagi seorang perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia.
“Mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melakukan latihan bersama dengan mitra Anda, termasuk Australia. Dan memperluas pertukaran pendidikan militer antara militer kita untuk membangun hubungan dan meningkatkan pemahaman antara generasi pemimpin militer kita selanjutnya,” kata PM Albanese. (Bow/Mar)











