Kerja Sama Internasional TNI AL Tahun 2023 Kian Meningkat

By Indonesia Maritime News 16 Feb 2023, 13:34:57 WIB Internasional
Kerja Sama Internasional TNI AL   Tahun 2023 Kian Meningkat

Keterangan Gambar : Komandan Gugus Keamanan Laut Koatmada II Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya bersama jajaran Angkatan Laut negara sahabat. Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN)JAKARTA:  Sejumlah kegiatan bersekala internasional akan digelar TNI AL sepanjang tahun 2023 ini. Kegiatan tersebut akan mengundang para Pemimpin Angkatan Laut serta puluhan Kapal Perang dari berbagai negara. 

Hal tersebut menjadi agenda Kerja Sama Internasional TNI AL di tahun 2023. Salah satunya, kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang akan dilaksanakan pada 5 Juni 2023.

Kegiatan lainnya, latihan non-perang (non war fighting exercise) dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional, lalu penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan.

Baca Lainnya :

Bersamaan dengan itu juga dilaksanakan International Fleet Review (IFR) yang diikuti oleh puluhan Kapal Perang negara-negara sahabat. 

Selain itu juga akan dilaksanakan International Maritime Security Symposium (IMSS) pada 6 Juni 2023, dan keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut digelar di Makasar, Sulawesi Selatan. 

Hal ini merupakan implementasi dari pelaksanaan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah, dan menjadi salah satu tugas dari TNI AL. 

TUGAS DIPLOMASI

Pelaksanaan tugas diplomasi TNI AL saat ini juga sedang dilaksanakan dengan menugaskan KRI R.E. Martadinata-331 tengah berpartisipasi dalam Latihan Bersama (Latma) AMAN Exercise 2023, yang berlangsung di Karachi Pakistan dan Perairan Utara Laut Arab. 

Komandan Gugus Keamanan Laut Koatmada II Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya selaku Head of Delegation (HoD) Indonesia menjelaskan, Indonesia terlibat aktif di Latma AMAN 23 yang mengusung tema “Together for Peace”, AMAN Exercise diikuti sebanyak 50 negara peserta.  

"Di antaranya KRI R.E. Martadinata-331 (Indonesia), PLAN Nanning (China), ITS Carlo Bergamini (Italia), JMSDF Suzutsuki (Jepang), KD Lekiu (Malaysia), SLNS Samudura (Sri Lanka), USS Truxton (Amerika Serikat)," jelas Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menekankan demi mewujudkan TNI AL yang profesional, modern dan tangguh, para prajurit Jalasena harus terlatih guna membangun kekuatan yang memiliki kesiagaan dan kesiapan yang tinggi.  (Arry/Oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook