Petuah, Kata dan Cinta: Rumah Sunting Gelar Tadarus Puisi dan Santuni Anak Yatim

By Indonesia Maritime News 08 Mar 2026, 07:24:32 WIB Seni & Budaya
Petuah, Kata dan Cinta: Rumah Sunting Gelar Tadarus Puisi dan Santuni Anak Yatim

Keterangan Gambar : Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting Pekanbaru menggelar Nongkah (Nongkrong Bertuah) atau poadcast ala Rumah Sunting, Tadarus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama, Jumat (6/3/2026). Foto: ist



Indonesiamaritimenews.com (IMN), PEKANBARU: Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting Pekanbaru menggelar Nongkah (Nongkrong Bertuah) atau poadcast ala Rumah Sunting, Tadarus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini digelar di Beskem Rumah Sunting, Jalan Tigasari, Tangkerang Selatan, Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau. Hadir dalam kegiatan tersebut keluarga anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni di Riau dan para donatur, di antaranya, Kepala Balai Bahasa Riau Umi Kalsum S.S, M.Hum, Walhi Riau dan Dr Bambang Kariyawan.

Hadir juga peserta Literasi Konservasi Kampung Bandar, peserta Literasi Konservasi Tangkerang Selatan, peserta Literasi Konservasi Malako Kociak Rimbang Baling, Koordinator LPE Riau Muhammad Aprianda, Muhammad Asqalani EnEste, Mulyati Umar, tokoh masyarakat setempat dan keluarga besar Rumah Sunting.

Baca Lainnya :

Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di Bulan Ramadan, kecuali santunan anak yatim yang baru dilaksanakan tahun 2025 dan 2026.

‘’Alhamdulillah, kami bisa melaksanakan kegiatan ini setiap tahun. Khusus santunan anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni, ini tahun kedua. Kami sangat berterimakasih kepada para donatur dan membuka hatinya untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim ini," ucap Kunni.

"Tanpa donatur, sulit bagi kami untuk melaksanakan ini. Semoga kami bersama para donator bisa melaksanakan ini kembali di tahun-tahun berikutnya. Sungguh, kami hanya sebagai penggerak dan pembuka jalan,’’ sambung Kunni.

Memajukan Sastra

Kepala Balai Bahasa Riau, Umi Kulsum, S.S, M.Hum, yang juga salah satu donatur mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan karena sebagai upaya dalam ikut serta memajukan kesastraan dan memperluas dampak khususnya bagi generasi penerus.

‘’Kami sangat bangga karena kegiatan berangkai-rangkai. Ada Nongkah yang sebelumnya Saya juga hadir sebagai pembicara, lanjut Tadaraus Puisi, Santunan Anak Yatim dan Berbuka Bersama," kata Umi Kulsum.

"Rumah Sunting menjalankan caranya sendiri untuk menyebarkan dampak sastra dengan lebih luas kepada orang lain, terutama anak-anak. Ada juga anak-anak dari kegiatan Literasi Konservasi dan hampir semua membaca puisi dalan Tadarus Puisi ini. Mari bergerak terus dan terus berkolaborasi,’’ tambah Umi.

Diawali dengan Nongkah

Rangkaian kegiatan yang mengusung tema ‘Petuah, Kata dan Cinta’ ini diawali dengan Nongkah yakni poadcast ala Rumah Sunting dengan menghadirkan Duta Baca Riau, Wahyu Oktafialni S.Sos sebagai pembicara. Kegiatan ini  dimoderatori oleh Sunting Squad, Wulandari.

Nongkah yang disiarkan langsung di Instagramnya Rumah Sunting kali ini mengusung tema ‘Anak Muda Membaca Risau Riau’.

Selain berbincang dalam bentuk dialog, juga dibuka ruang diskusi baik secara langsung di tempat acara maupun melalui media sosial. Acara juga diselingi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak Literasi Konservasinya Rumah Sunting.

Tua Muda Membaca Puisi

Tadarus Puisi merupakan program tahunan Rumah Sunting sejak tahun 2015. Kata Kunni, setiap tahun Rumah Sunting melaksanakan kegiatan ini. Tidak hanya di Beskem Rumah Sunting, tapi juga di kampus dan di kampung-kampung, bahkan kerap kali dilaksanakan di ruang terbuka seperi di Danau PLTA, Tepian Sungai Subayang, Danau Tanjung Putus Buluhcina, dan masih banyak lainnya.

Sore itu, Tadarus Puisi dan kegiatan lainnya dilaksanakan di teras Beskem Rumah Sunting. Sederhana saja. Mereka duduk melantai dengan panggung kosong hanya berlatar belakang spanduk ukuran 2x2 meter, pembacaan puisi dilaksanakan secara bergantian. Tua muda, semuanya membaca puisi. Ada Muhammad Asqalani EnEste, Dr Bambang Kariyawan, Ahlul Fadli Walhi Riau, Kepala Balai Bahasa Riau, bahkan anak-anak yang hadir.

Penerima Santunan dan Donatur

Rumah Sunting mengumpulkan 18 nama anak-anak yatim dari keluarga seniman dan pegiat seni. Selain di Pekanbaru sebagian lainnya dari Kabupaten Kampar. Selain uang tunai, mereka juga menerima bingkisan. Dari 18 anak yatim ini, di antaranya ada yang tidak bisa hadir karena berhalangan. Meski demikian, Rumah Sunting akan segera mengirimkan titipan dari para donatur itu sesegara mungkin.

Anak-anak tersebut di antaranya anak dari almarhum Adepura Indra, seniman teater Riau asal Inhu. Mereka adalah: Prakacita Adwitiya, Al Qusnah dan Khalid Biru Fatindra.

Ada juga Abidah binti almarhum Sunardi atau Edy koreografer founder Sanggar Sri Melayu (berhalangan hadir); Joe Arkin bin almarhum Rorry Hendra Saidina atau Itoy pemusik. Kemudian anak-anak dari almarhum Kasmono, seniman teater asal Kampar Kiri. Mereka yakni: Zizi, Geo dan Altaf .

Selanjutnya Ardiansyah Nur bin Ardesnur, Qiara Nur Hafiza binti almarhum Ardesnur (Siak Hulu), Nopal dan Ripal bin almarhum Burhan (Kampar), Adit dan Rima Bin Ramli.

Adapun donatur yang turut berbagi santunan ini yakni, Boy Even Sembiring, Eko Yunanda, Dewi Fianna Sari, Umi Kulsum S.S, M.Hum dan Balai Bahasa Provinsi Riau,  Bambang Kariyawan, Supriyadi, Indra SE MBA, Nofrita Delly dan Walhi Riau. (Rls/*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook