- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan Section 3 di AS
- Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe Mulai Produktif, Kirim 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor
- Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten
- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT

Keterangan Gambar : KM Ile Ipe kembali dikerahkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan membawa sekitar 5 ton bantuan dan 74 penumpang menuju daerah terdampak gempa bumi di Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Foto: ASDP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), FLORES: KM Ile Ipe kembali dikerahkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan membawa sekitar 5 ton bantuan dan 74 penumpang menuju daerah terdampak gempa bumi di Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
Mobilisasi ini dilakukan untuk mendukung pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa. Melalui bantuan ini ASDP memastikan kebutuhan dasar dan dukungan penanganan bencana menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, menegaskan, bahwa manajemen mendukung penuh proses pemulihan masyarakat NTT. Menurut Heru, konektivitas penyeberangan berperan penting bagi akses menuju wilayah terdampak.
Baca Lainnya :
- Kapal Kendaraan Terbesar Sandar di Patimban, Uji Car Terminal Construction, Berjalan Lancar di Dermaga Paket 50
- PELNI Mulai Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Pakai KM Tidar0
- Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas-Dukuh Atas0
- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan0
- Gubernur Pramono Luncurkan Call Centre 1500813, Layanan Derek Gratis hingga Kawal Jenazah0
Heru menambahkan, pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
KMP Ile Ape berangkat dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 11.50 WITA. Selain membawa 74 penumpang dan bantuan, KMP Ile Ape mengangkut sejumlah kendaraan untuk mendukung distribusi logistik dan penanganan pascabencana antara lain 3 unit kendaraan Golongan II R-2, 1 unit kendaraan Golongan IV B, 3 unit kendaraan Golongan V B, serta sekitar 5 ton barang curah.
Sedangkan barang bantuan yang dibawa terdiri dari makanan, air minum, obat-obatan dan perlengkapan medis, pakaian, selimut, tenda, perlengkapan tidur, popok, serta kebutuhan bayi. ASDP juga mendukung pengangkutan kendaraan dan alat berat, termasuk ekskavator, selama memenuhi ketentuan keselamatan dan operasional pelayaran.
Keberangkatan KMP Ile Ape pada 21 Agustus merupakan rangkaian mobilisasi bantuan ASDP di NTT sejak 16 Agustus 2026. Sebelumnya, KMP Ile Labalekan diberangkatkan dari Pelabuhan Nangakeo menuju Ende dengan membawa 92 penumpang dan berbagai bantuan. Kemudian pada 17 Agustus, KMP Ile Ape berangkat dari Pelabuhan Palue membawa tenda, perlengkapan tidur, dan sembako serta 81 penumpang.
Pada 18 Agustus, KMP Ile Ape kembali diberangkatkan dari Kewapante menuju Palue membawa 35 penumpang, sejumlah kendaraan, serta dua unit ekskavator untuk mendukung proses evakuasi serta penanganan material bencana.
Koordinasi Lintas Sektoral
Sementara itu Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan sejak gempa melanda NTT. ASDP terus berkoordinasi dengan regulator, pemerintah daerah, aparat, lembaga kemanusiaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan aman.
"Pemulihan membutuhkan waktu dan kerja bersama. Selama konektivitas dibutuhkan, ASDP akan terus berupaya menjaga jalur penyeberangan agar bantuan dapat bergerak secara aman dan tepat sasaran,” kata Windy.
Dalam setiap mobilisasi, sambung Windy, ASDP memastikan keselamatan kapal, awak, penumpang, dan muatan menjadi prioritas. "Melalui konektivitas yang tetap terjaga, ASDP berkomitmen mendukung masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat sekaligus mempercepat langkah menuju pemulihan," tandas Windy. (Mar)











