- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan
- HUT ke-I Kodaeral 2026, Bersama Rakyat Mengawal Samudera Nusantara
- Menaker Yassierli: Budaya Inovasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
- Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per-Juli 2026, Naik 8%
- Pulau Tanjung Kiaok, Titik Terakhir KRI-Terapang-648 Tuntaskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat
- PWI Pimpin Delegasi Media Arus Utama Indonesia Kunjungi Tiongkok, Simak Laporannya
- Iuran JKK-JKM Pekerja Informal Sektor Persampahan Didiskon 50 Persen
- Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Posal Banyutowo Bagikan 81 Bendera Merah Putih ke Nelayan
- Lanal Lampung Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras di Pelabuhan Bakauheni
- KRI Terapang-648 Tiba di Pulau Sapudi, Edukasi Cinta Rupiah
Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan

Keterangan Gambar : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mendukung perjalanan 105 siswa dari sejumlah wilayah pedalaman Papua menuju Jakarta. Mereka akan melanjutkan pendidikan di Tangerang. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mendukung perjalanan 105 siswa dari sejumlah wilayah pedalaman Papua menuju Jakarta. Mereka akan merajut masa depan, melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa.
Sebanyak 105 siswa siswi tersebut akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang. Seluruh siswa tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2026) setelah menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura menggunakan KM Ciremai milik PELNI.
Kedatangan siswa disambut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Ribka Haluk; Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI, Hana Suhardi; Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda serta Kepala Cabang PELNI Jakarta, Muhammad Ardiansyah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) dalam membuka akses pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak dari wilayah pedalaman Papua hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Baca Lainnya :
- Menaker Yassierli: Budaya Inovasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Layanan0
- PWI Pimpin Delegasi Media Arus Utama Indonesia Kunjungi Tiongkok, Simak Laporannya0
- Menaker: Balai K3 Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja0
- Gubernur Pramono Luncurkan Call Centre 1500813, Layanan Derek Gratis hingga Kawal Jenazah0
- PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal0
Para siswa berasal dari sejumlah wilayah pedalaman Papua dengan kondisi geografis yang beragam. Di antara mereka ada siswa dari suku Korowai, yang berasal dari wilayah dengan karakteristik kehidupan masyarakat yang masih sangat dekat dengan kawasan hutan dan rumah tradisional yang dibangun di atas pohon.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk menyampaikan bahwa akses pendidikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada PELNI. Kapal PELNI sangat membantu masyarakat karena menghubungkan wilayah dari Sabang sampai Merauke. Kontribusi transportasi laut ini sangat penting bagi masyarakat di seluruh Nusantara, khususnya di Papua. Kalau tidak ada kapal PELNI, tentu masyarakat akan mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas maupun distribusi kebutuhan," ujar Ribka.
Perjalanan para siswa menuju Jakarta menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus membuka pengalaman baru bagi mereka untuk mengenal wilayah dan lingkungan di luar daerah asal. Bagi PELNI, konektivitas laut tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
PELNI Selalu Siap
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan bahwa PELNI selalu siap untuk dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak Papua.
“Saya sangat senang PELNI dapat hadir dan membawa anak-anak dari Papua yang menempuh perjalanan jauh hingga sampai ke Jakarta. Ini merupakan salah satu wujud peran PELNI sebagai sarana transportasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dan mendukung terwujudnya konektivitas transportasi nasional,” ujar Hana.
Dukungan PELNI terhadap perjalanan siswa dari Papua menuju Jakarta telah dilakukan sejak 2023. Pada 2023, sebanyak 152 siswa melakukan perjalanan menggunakan KM Ciremai, dilanjutkan pada 2024 dengan 162 siswa menggunakan KM Dobonsolo.
Melalui program YPHP, para siswa diarahkan untuk melanjutkan pendidikan dari wilayah asal, kemudian menempuh pendidikan SMP dan SMA di SLH Gunung Moria, Tangerang, hingga perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan, para siswa diharapkan dapat kembali dan berkontribusi bagi masyarakat di Papua.
Hana menambahkan bahwa kolaborasi dalam mendukung perjalanan pendidikan tersebut sejalan dengan peran PELNI dalam menyediakan konektivitas antarpulau dan mendukung mobilitas masyarakat.
“Kami berharap konektivitas ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di satu wilayah, tetapi seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari keterhubungan antardaerah. Kami berharap kehadiran PELNI dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar dan berdampak positif bagi masyarakat,” pungkas Hana.
PELNI akan terus mendukung penyediaan layanan transportasi laut yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia serta memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, termasuk dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Riz/oryza)











