- Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten
- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
- Siap-Siap! Kemnaker Bakal Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch2
- Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Maumere, Pantau Dampak Gempa NTT
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT
- KM Tidar Bawa 41 Koli Barang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Meski Terdampak Gempa, Pelindo Tetap Gerak Cepat Bantu Warga Flores
Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten

Keterangan Gambar : Penyelam dari KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten pada HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANTEN: Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menggelar upacara peringatan HUT ke-81 RI di pulau kecil di Kabupaten Serang, Banten. Sebanyak 17 penyelam mengibarkan bendera merah putih di bawah laut Teluk Banten.
Upacara kemerdekaan yang berlangsung di lapangan Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel itu diikuti seluruh elemen masyarakat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas penggiat lingkungan, dan dunia usaha pada Senin (17/8/2026). Sementara, pengibaran bendera di bawah laut diikuti oleh 17 penyelam yang berasal dari KKP, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Banten serta Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL).
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kartika Listriana mengatakan perayaan HUT RI di Pulo Panjang menjadi simbol kolaborasi dalam menjaga semangat kemerdekaan. Di samping itu, sebagai bentuk dukungan untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, KKP bersama beberapa mitra juga menyalurkan bantuan bibit mangrove 1.000 batang untuk ditanam di pesisir Desa Pulo Panjang serta bantuan sarana kebersihan.
Baca Lainnya :
- Siap-Siap! Kemnaker Bakal Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch20
- Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Maumere, Pantau Dampak Gempa NTT0
- Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia0
- Angkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT, Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan0
- Keren.. Prajurit TNI AL Menggelar Upacara Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut0
Bibit mangrove dibeli dari kelompok masyarakat Desa Pulo Panjang. “Membeli bibit dan menanam mangrove di lokasi pesisir menjadi contoh nyata aksi ekonomi biru tingkat tapak (site-level) untuk memulihkan lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ujar Kartika.
Kepala Desa Pulo Panjang Ratu Bulkis menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Semoga warga bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dan makin banyak program KKP ada di pulau ini," katanya.
Pulo Panjang yang luasnya 8,2 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten 2023–2043, dengan alokasi zona untuk pengelolaan ekosistem pesisir, perikanan tangkap, pelabuhan, dan jalur kabel bawah laut. Lokasi ini juga berdekatan dengan kawasan konservasi bersejarah HMAS Perth dan USS Houston, dua kapal perang yang tenggelam pada masa Perang Dunia II.
Sehari sebelum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KKP bersama masyarakat Pulo Panjang dan Bank Sampah Digital juga menggelar kegiatan bersih pesisir dan pulau di dua lokasi yaitu Kampung Peres dan Kampung Pasir Putih dengan total sampah terkumpul mencapai 134,5 kilogram yang didominasi oleh sampah anorganik. (Mar)











