- Lagi, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah di Bangka Belitung
- Kapal Kendaraan Terbesar Sandar di Patimban, Uji Car Terminal Construction, Berjalan Lancar di Dermaga Paket 5
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri
- Gebyar Kemerdekaan, Pelindo Terminal Petikemas Periksa Kesehatan 200 Balita dan Lansia di Kawasan Pelabuhan
- Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
- 4 Ton Ikan Layang Ditebar KKP untuk Warga Jakarta Pusat
- Angkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT, Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan
- Keren.. Prajurit TNI AL Menggelar Upacara Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut
- Merah Putih Berkibar Serentak di Kepri, Kodaeral IV Kobarkan Semangat Kemerdekaan
- Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Majukan Ekonomi Indonesia
Kapal Kendaraan Terbesar Sandar di Patimban, Uji Car Terminal Construction, Berjalan Lancar di Dermaga Paket 5

Keterangan Gambar : MV Blanco Ace, kapal kendaraan terbesar yang pernah sandar di Pelabuhan Patimban, melaksanakan uji sandar pada Dermaga Kendaraan Paket 5: Car Terminal Construction, Selasa (18/8/2026)Foto: Hubla.
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SUBANG: Pelabuhan Patimban kembali mencatatkan perkembangan penting dalam penguatan kapasitas pelayanan terminal kendaraan. MV Blanco Ace, kapal kendaraan terbesar yang pernah sandar di Pelabuhan Patimban, melaksanakan uji sandar pada Dermaga Kendaraan Paket 5: Car Terminal Construction, Selasa (18/8/2026).
MV Blanco Ace merupakan kapal jenis Pure Car Carrier berbendera Panama dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 199,96 meter, tonase kotor sekitar 72.700 GT, serta memiliki kapasitas angkut hingga 5.906 unit kendaraan. Dalam pelayarannya dari Pelabuhan Hambantota, kapal tiba di Pelabuhan Patimban pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB dan mulai sandar sekitar pukul 09.00 WIB. Selama berada di Patimban, MV Blanco Ace membongkar sebanyak 1.101 unit kendaraan truk dan direncanakan bertolak pada tanggal 19 Agustus 2026 untuk melanjutkan pelayaran menuju Singapura.
Kehadiran MV Blanco Ace sekaligus digunakan dalam rangka pelaksanaan uji coba sandar/lepas dan olah gerak kapal pada Dermaga Kendaraan Paket 5 Pelabuhan Patimban. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengamati pelaksanaan olah gerak kapal, proses sandar dan lepas sandar sebagai salah satu rangkaian dalam pemenuhan persyaratan untuk memperoleh persetujuan pengoperasian dermaga.
Baca Lainnya :
- PELNI Mulai Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Pakai KM Tidar0
- Pelabuhan Pelindo di NTT Berangsur Normal, Pemulihan Maumere Dipercepat0
- Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas-Dukuh Atas0
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang0
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas0
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian setelah selesainya pekerjaan fisik Paket 5: Car Terminal Construction, Patimban Port Development Project, yang merupakan bagian dari pengembangan Pelabuhan Patimban oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.
Kepala KSOP Kelas II Patimban Mohd Arief Agustian mengatakan, penggunaan MV Blanco Ace dalam kegiatan uji coba memberikan gambaran nyata terhadap kemampuan fasilitas hasil pembangunan Paket 5 dalam melayani kapal kendaraan dengan dimensi dan kapasitas yang lebih besar.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian uji coba sandar/lepas dan olah gerak MV Blanco Ace dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. Kapal dengan kapasitas hampir 6.000 kendaraan ini menjadi kapal kendaraan terbesar yang sejauh ini pernah sandar di Pelabuhan Patimban,” ujar Arief.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, kapal dapat melakukan olah gerak menuju Dermaga Kendaraan Paket 5 dan merapat pada posisi sandar yang direncanakan. Fasilitas dermaga, termasuk fender dan bollard, berfungsi dengan baik. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kondisi dermaga yang digunakan selama uji coba tetap dalam kondisi baik dan secara visual tidak ditemukan indikasi kerusakan maupun deformasi sebagai akibat pelaksanaan uji coba.
Dermaga Kendaraan Paket 5 merupakan dermaga tipe wharf/quay dengan dimensi 33 meter x 381,4 meter, kedalaman kolam -14 meter LWS, dan diperuntukkan bagi pelayanan kapal kendaraan atau Pure Car Carrier. Dermaga dilengkapi antara lain dengan fender tipe SPC 1000H serta bollard berkapasitas 1.000 kN.
Arief menjelaskan, pelaksanaan uji coba tersebut menjadi salah satu bagian dalam pemenuhan tahapan menuju pengoperasian Dermaga Kendaraan Paket 5. Sejalan dengan itu, setelah selesainya pekerjaan fisik Paket 5 masih terdapat rangkaian administrasi dan proses serah terima fasilitas yang perlu dilaksanakan oleh para pihak sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Penyelesaian pekerjaan fisik bukan merupakan akhir dari keseluruhan proses. Masih terdapat rangkaian pemenuhan persyaratan pengoperasian, penyelesaian administrasi, dan proses serah terima yang perlu dilaksanakan. Uji coba hari ini menjadi salah satu bagian dari tahapan tersebut sebelum fasilitas nantinya dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban,” lanjut Arief.
Dalam konteks penyelenggaraan Pelabuhan Patimban melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), fasilitas hasil pembangunan Paket 5 selanjutnya dipersiapkan untuk proses serah terima kepada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) selaku Badan Usaha Pelaksana KPBU Pelabuhan Patimban, untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam pelayanan terminal kendaraan sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Arief, penambahan fasilitas terminal kendaraan melalui Paket 5 menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan Pelabuhan Patimban seiring dengan perkembangan aktivitas kapal dan arus kendaraan.
“Yang dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga kapasitas pelayanan Pelabuhan Patimban untuk jangka panjang. Keberhasilan uji sandar hari ini memberikan gambaran potensi pemanfaatan fasilitas Paket 5 dalam mendukung peningkatan pelayanan terminal kendaraan ke depan. Seluruh proses tetap kami lakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tutup Arief.
KSOP Kelas II Patimban bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong penyelesaian setiap tahapan pengembangan Pelabuhan Patimban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi dan kolaborasi antarinstansi dan badan usaha diharapkan dapat terus memperkuat pelayanan Pelabuhan Patimban yang aman, selamat, efisien, dan berdaya saing serta mendukung perannya sebagai salah satu simpul logistik nasional. (Arry/Oryza)











