- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
- Siap-Siap! Kemnaker Bakal Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch2
- Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Maumere, Pantau Dampak Gempa NTT
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT
- KM Tidar Bawa 41 Koli Barang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Meski Terdampak Gempa, Pelindo Tetap Gerak Cepat Bantu Warga Flores
- TNI AL Kerahkan 5 Kapal Perang, 2 Helikopter dan Ratusan Prajurit di Lokasi Gempa Bumi NTT
TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
Kapal Asing Bawa 2,6 Ton Sabu Cair Disergap

Keterangan Gambar : Barang bukti 2,6 ton methamphetamine cair dan sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal yang dibawa oleh Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania, dipamerkan dalam konferensi pers di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BATAM: Pemberantasan penyelundupan narkotika melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) terus diperkuat melalui sinergitas aparat lintas sektoral.
TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Polri menunjukkan sinergi dalam menggagalkan masuknya narkotika dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan penyelundupan narkotika jenis methamphetamine cair di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026).
Baca Lainnya :
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri0
- Lagi, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah di Bangka Belitung0
- PELNI dan Jamdatun Kejagung Perkuat Kerja Sama0
- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan0
- Lanal Lampung Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras di Pelabuhan Bakauheni0
Dalam pengungkapan tersebut, tim gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton methamphetamine atau sabu cair yang dibawa melalui wilayah perairan Kepulauan Riau yang diangkut oleh Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania
Dankodaeral IV memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar menunjukkan efektivitas kerja sama antarlembaga dalam mengawasi wilayah perairan Kepri.
“Pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas dan kolaborasi antarlembaga dalam menjaga wilayah perairan Kepulauan Riau terus berjalan dengan baik,” ujar Laksda TNI Berkat.
Ia menegaskan, TNI AL khususnya Kodaeral IV, berkomitmen mendukung setiap langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran serta penyelundupan narkotika, terutama yang memanfaatkan jalur laut.
Selain mengamankan sekitar 2,6 ton methamphetamine cair, petugas juga menemukan sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal. Dalam operasi tersebut, 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan.
Berkat mengatakan posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur pelayaran internasional serta memiliki wilayah perairan yang luas membuat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut sekaligus menuntut koordinasi yang semakin kuat di antara berbagai instansi.
“Sinergitas, koordinasi, pertukaran informasi, dan kerja sama antarinstansi menjadi sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” tegasnya.
Kodaeral IV, lanjut Berkat, akan terus memperkuat koordinasi dengan BNN, Bea Cukai, Polri serta instansi terkait lainnya. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah wilayah perairan Kepri dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika ke Indonesia.
Keberhasilan pengungkapan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan laut. Dengan sinergi yang berkelanjutan, aparat penegak hukum optimistis ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika dapat semakin dipersempit.
TNI AL menegaskan akan terus hadir bersama seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan perairan Kepulauan Riau, sekaligus mendukung terciptanya wilayah yang aman, tertib dan kondusif bagi masyarakat.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, Kapal MV Ocean Portwer berbendera Tanzania membawa 2,6 ton sabu cair disergap aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai Karimun dan Polda Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan, penyergapan dilakukan pada Senin (17/8/2026) subuh. Operasi besar ini dilakukan setelah sebelumnya Tim intelijen melakukan pemantauan pergerakan kapal tersebut sejak dari luar negeri. Dalam operasi ini Bea Cukai mengerahkan Kapal Patroli BC 30005 dan BC 20011 Kanwilsus BC Kepri serta K9 BC Batam.
Kapal MV King Bawa 1,3 Ton Ketamin
Sebelum penangkapan ini, Kapal cepat KRI Kerambit-627 menyergap MV. King Sun berbendera Tanzania di perairan Tanjung Berakit, Kab. Bintan, Kepulauan Riau yang membawa 1,3 ton diduga narkoba pada Kamis (6/8/2026).
KRI Kerambit-627 Satuan Kapal Cepat Koarmada I sedang melaksanakan tugas operasi di bawah BKO Guspurla Koarmada I mencurigai kapal MV. King Sun jenis kapal cargo/tremper berbendera Tanzania. Deteksi dan upaya intercept dilaksanakan oleh unsur-unsur BKO Guspurla Koarmada I, akhirnya kapal tersebut berhasil dihentikan dan diperiksa di Tanjung Berakit, Kab. Bintan, Kepulauan Riau pada Kamis (6/8/2026).
Ketika diperiksa, kapal itu membawa bahan diduga narkoba jenis Ketamine di dalam 65 karung dengan berat total 1,3 Ton. Selanjutnya, kapal MV. King Sun dibawa menuju ke Kodaeral IV. (Arry/Mar)











