- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi

Keterangan Gambar : Warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi di tenda yang dibangun oleh prajurit TNI Angkatan Laut. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LABUAN BAJO: Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 87 orang.
Data ini dirangkum oleh Pos Pendamping Nasional yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang melakukan pemutakhiran data penanganan darurat gempa bumi M7,7 Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (22/8/2026).
Gempa susulan yang terjadi mencapai lebih dari 5.000 kali. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena tersebut hingga Jumat (21/8), pukul 05.00 WIB terjadi sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar tercatat M6.2 dan terkecil M1.1. Dari total kejadian, sebanyak 124 gempa susulan yang dirasakan warga.
Baca Lainnya :
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT0
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir0
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat0
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT0
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT0
Dilihat pada dampak korban jiwa, Pos Pendamping Nasional mencatat korban meninggal dunia 87 jiwa hingga Sabtu (22/8), pukul 16.00 WIB. Rinciannya: 31 jiwa di Kabupaten Manggarai, 30 jiwa di Manggarai Timur, 13 jiwa di Nagekeo, 9 jiwa di Sikka, 4 jiwa di Ngada, 2 jiwa di Ende, dan 1 jiwa di Manggarai Barat.
Sedangkan korban luka mencapai total 1.298 orang dengan rincian: 336 luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 lainnya masih dalam proses pendataan. Mayoritas korban luka berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Kabupaten Manggarai 285 jiwa.
Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.
Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi prioritas. Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma mencatat pendistribusian 147 ton bantuan logistik melalui 10 sorti penerbangan pada Sabtu. Jumlah tersebut terbagi atas 70 ton yang dikirim ke Labuan Bajo dan 77 ton ke Maumere.
Secara kumulatif sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 penerbangan, dengan rincian 651 ton ke Labuan Bajo dan 303 ton ke Maumere.
Sementara itu, jumlah personel gabungan yang terlibat dalam penanganan darurat sejak hari pertama gempa terjadi hingga kini tercatat ribuan orang. Pos Pendamping Nasional merilis jumlah personel, diantaranya dari TNI 5.832 personel, Polri 238 personel, relawan 903 orang dari 104 organisasi. Angka tersebut belum termasuk sejumlah tim yang diterjunkan kementerian dan lembaga, termasuk BNPB.
Dukungan Sektor Kesehatan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D. mengungkapkan, ada hari ke-8 pelayanan medis diperkuat dengan kehadiran KRI dr. Suharso 990 yang bersandar di Pelabuhan Reo. Para prajurit juga membangun RS lapangan di dua tempat berbeda, yaitu di lapangan Waso dan Wangkong di Kecamatan Reok, Manggarai.
KRI sebagai rumah sakit apung tersebut dilengkapi dengan fasilitas memadai untuk tindakan medis besar serta ruang rawat inap dengan kapasitas 75 pasien.
Di samping kapal militer, pelayanan medis juga didukung dengan adanya Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga. Kapal ini milik Ikatan Alumni Univeristas Airlangga. Berbeda lokasi dengan KRI dr. Suharso 990, rumah sakit terapung Ksatria Airlangga bersandar di Teluk Nangalirang, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan M7,0 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/2026) subuh. BMKG kemudian memutakhirkan data gempa menjadi M7,7 berpusat di timur laut Nagekeo pukul 04.58.23 WIB dengan kedalaman 15 Km. (Bow/Mar)











