- Kasal Resmikan Pembangunan dan Perbaikan Sarana Pendidikan Kodiklatal
- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX

Keterangan Gambar : Lomba 17-an digelar di halaman Mako Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Sabtu sore (22/8/2026) tempat acara berlangsung. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), AMBON: Lomba 17-an memperingati HUT ke-81 RI di berbagai berlangsung seru dan kerap mengundang gelak tawa. Keseruan lomba juga tampak di Mako Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IX.
Suasana penuh semangat dan gelak tawa keceriaan mewarnai halaman depan Mako Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Sabtu sore (22/8/2026) tempat acara berlangsung.
Prajurit bersama keluarga besar Kodaeral IX memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui serangkaian lomba 17-an yang mengedepankan kekompakan, sportivitas, dan kebersamaan.
Baca Lainnya :
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K30
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT0
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan0
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat0
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat0
Tidak seperti rutinitas kedinasan yang identik dengan kedisiplinan dan keseriusan, kali ini para prajurit Kodaeral IX tampil dalam suasana yang lebih santai.
Prajurit, anggota Jalasenastri, hingga anak-anak larut dalam berbagai perlombaan khas kemerdekaan yang mengundang tawa sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Anak-anak menjadi peserta pertama yang meramaikan arena melalui berbagai lomba tradisional, di antaranya balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, hingga lomba memasukkan bendera ke dalam botol.
Sorak-sorai semakin terdengar ketika perlombaan berlanjut dengan melibatkan para prajurit dan ibu-ibu Jalasenastri. Lomba tarik tambang, balap karung, hingga memukul paku di papan kayu menjadi ajang untuk menguji ketangkasan, kekuatan, sekaligus kekompakan peserta.
Namun, kemeriahan belum berhenti. Gelak tawa penonton pecah ketika para prajurit mengikuti pertandingan bola voli dengan mengenakan daster. Sementara itu, kreativitas dan keterampilan para anggota Jalasenastri menampilkan lomba memasak yang berlangsung meriah.
Rangkaian lomba tersebut bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di balik suasana penuh canda dan tawa, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, memupuk jiwa korsa, serta membangun keharmonisan antara prajurit dan keluarga besar Kodaeral IX.
Kegiatan juga menjadi momentum bagi prajurit dan keluarga untuk sejenak melepas kejenuhan dari rutinitas kedinasan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat soliditas keluarga besar Kodaeral IX dalam mendukung pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Bagi anak-anak, berbagai permainan tradisional tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif. Semangat berkompetisi, keberanian, kerja sama, sportivitas, dan pantang menyerah diperkenalkan sejak dini dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Semarak lomba 17-an di lingkungan Kodaeral IX akhirnya menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan yang mampu menyatukan seluruh keluarga besar dalam semangat persaudaraan dan cinta Tanah Air. (Bow)











