Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT

By Indonesia Maritime News 23 Agu 2026, 09:42:15 WIB Kesehatan
Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT

Keterangan Gambar : Tenaga medis di KRI dr. Soeharso-990 sedang memberi layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT M7.7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/8/2026). Foto: BNPB


Indonesiamaritimenews.com (IMN), MANGGARAI: Kehadiran kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, KRI dr. Soeharso-990 di tengah warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bak oase di tengah gurun.

Upaya penanganan pascagempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur terus diperkuat. Layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, terutama bagi warga terdampak gempa yang sangat membutuhkan pertolongN

Langkah TNI Angkatan Laut yang mengerahkan Kapal Rumah Sakit, KRI dr. Soeharso-990 disambut baik oleh masyarakat. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8) setelah menempuh perjalanan dari Surabaya. Pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.

Baca Lainnya :

Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan.

Khusus untuk ruang perawatan disiapkan dua ruangan dengan masing-masing berisi 20 tempat tidur dan nantinya akan dipisahkan pasien berjenis kelamin perempuan dan laki-laki menempati satu ruang perawatan.

Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil. KRI dr. Soeharso juga membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan yang siap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam.

Adapun layanan yang diberikan yaitu pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan. Hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso telah melayani 21 pasien tindakan operasi patah tulang, luka robek, pelayanan rawat jalan, serta 3 pasien yang menjalani rawat inap.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Berton SP Panjaitan, Ph.D mengatakan dengan hadirnya rumah sakit apung ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan kesehatan dengan cepat dan tepat. (Bow/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook