- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan

Keterangan Gambar : Tim medis di KRI dr. Soeharso melakukan operasi terhadap warga korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MANGGARAI: Kedatangan KRI dr. Soeharso-990 di lokasi gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Tn. Arnol Dus (68) punya secercah harapan. Tulang panggulnya yang patah tertimpa bangunan kini telah dioperasi oleh tim medis.
Tn. Arnol Dus yang sehari-hari mencari nafkah sebagai petani mengalami cedera akibat tertimpa dinding rumah saat gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
Dinding rumahnya roboh menimpa tubuhnya. Dia tidak sempat berlari, warga lainnya pun sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Akibatnya kejadian tersebut, pria 68 tahun ini mengalami patah tulang pada bahu kiri dan patah tulang panggul.
Baca Lainnya :
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT0
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT0
- Program Pelindo Peduli, 100 Lansia dan 100 Balita Cek Kesehatan Gratis0
- Setetes Harapan, Donor Darah, di Hari Jadi IPC TPK Himpun 128 Kantong0
- Bakti Kesehatan di Papua, Uluran Tangan TNI AL untuk Masyarakat Pedalaman0
Sejak musibah menimpanya, Tn Arnol Dus hanya mendapat pengobatan seadanya. Apalagi RSUD Manggarai juga rusak cukup parah akibat terdampak gempa. Pemerintah daerah menyiapkan rumah sakit lapangan seadanya untuk melayani warga yang sakit.
TNI AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit
Sama seperti pada kejadian bencana alam di berbagai wilayah, TNI AL mengerahkan kapal rumah sakit guna membantu masyarakat yang terdampak. Pada Jumat (21/8/2026) KRI dr. Soeharso tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT.
Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan. Kapal ini mampu menampung sekitar 75 pasien. Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil.
Tn. Arnol segera dilarikan ke KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapat penanganan medis operasi patah tulang. Setibanya di KRI dr. Soeharso-990, korban diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh Lettu Laut (K) dr. Aditya Firmansyah untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis awal.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ia kemudian ditangani dan dioperasi oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT. yaitu dokter spesialis ortopedi yang dimiliki oleh TNI AL. Operasi berjalan lancar pada pukul 08.00 WIT. Tn Arnol kini memiliki secercah harapan untuk kembali sehat, bangkit kembali menata hidup setelah musibah berlalu.
Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya KRI dr. Soeharso-990 dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah NTT.
Melalui kehadiran KRI dr. Soeharso-990, TNI AL terus berkomitmen memberikan dukungan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis di wilayah terdampak bencana. (Riz/oryza)











