- Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih, Tim Verbal Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pacitan
- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal
- Kemenhub dan Jasa Raharja Pastikan Hak Penumpang KMP Batumandi Pascakebakaran di Perairan Merak
- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
Siap-siap, Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Wajib Pakai KTP, Ini Alasan Pertamina

Keterangan Gambar : Foto:. dok. Pertamina
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), JAKARTA: Mulai tahun 2023, warga yang mau membeli gas elpiji 3 Kg wajib membawa KTP. Uji coba kebijakan tersebut telah dilakukan di 5 kecamatan di wilayah Tangerang (Banten), Semarang (Jateng), Batam (Riau), dan Mataram (NTB).
Uji coba tersebut berlangsung di pangkalan resmi Pertamina untuk pembelian gas 3 Kg. Aturan ini akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia mulai 2023.
Baca Lainnya :
- Libur Nataru Waspadai Cuaca Ekstrem Penyeberangan Kapal, Begini Langkah Antisipasi ASDP 0
- TNI AL Berangkatkan Armada Kapal Perang, Latma Carat 2022 Bersama Tentara Amerika0
- Sertijab Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono: Saya Akan Konsisten Lanjutkan Program Jenderal Andika0
- Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Telan Korban 2 Nyawa WN China, Kemenhub dan Polri Investigasi 0
- Kenangan Natuna Jenderal Yudo0
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, alasan penggunaan KTP bagi pembelian gas 3 Kg tujuannya untuk mensinkronkan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Menurut dia, Nantinya, data P3KE akan diinput ke dalam web Subsidi Tepat milik Pertamina. Masyarakat tidak perlu mendownload aplikasi ataupun QR Code. Membeli (LPG 3 kg) seperti biasa, cukup tunjukkan KTP-nya.
Proses tersebut memang butuh waktu dan sosialisasi ke masyarakat. Namun, menurut Irto hal tersebut dilakukan agar subsidi bisa benar-benar tepat sasaran.
"Bila datanya sudah ada dalam P3KE, nanti pada saat pembelian hanya mencocokkan saja. Bila memang belum terdaftar, maka datanya akan diupdate dalam sistem," kata Irto.
Menurutnya, selama ini proses uji coba pendataan yang berlangsung masih menggunakan pencatatan manual, dibantu dengan log book di masing-masing pangkalan. Harapannya, proses digitalisasi data pembelian bisa cepat rampung.
Seperti diketahui, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah akan akan menguji coba pembatasan pembelian LPG 3 Kg secara nasional mulai 2023. Pemerintah akan menggunakan data P3KE untuk diintegrasikan ke aplikasi MyPertamina secara bertahap. (Fat/ Oryza)











