- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bertemu para nelayan Desa Ekas Buana, NTB, Jumat (27/2/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah NTT dan NTB mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga Rp29,2 miliar per tahun.
Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai meninjau sejumlah lokasi KNMP di kawasan timur Indonesia.
Baca Lainnya :
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara0
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin0
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada0
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri0
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan0
Dalam rangkaian kunjungannya, Trenggono mendatangi KNMP Kabupaten Sikka, KNMP Desa Sulamu, KNMP Kamanlaputi di Sumba Timur, KNMP Warloka di NTT (Nusa Tenggara Timur), serta Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di NTB (Nusa Tenggara Barat). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan pembangunan berjalan optimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat nelayan.
“Kalau rusak, diperbaiki. Ingatkan kepada koperasi, karena ini adalah milik saudara-saudara semua. Pemerintah membangun ini untuk kepentingan saudara-saudara,” tegas Menteri Trenggono di depan para nelayan Desa Ekas Buana, Jumat (27/2/2026).
Ia menekankan, tujuan utama pembangunan KNMP adalah memerangi kemiskinan di desa-desa pesisir. Di Lombok Timur, khususnya Desa Ekas Buana, tingkat kemiskinan tercatat masih berada di angka 13 persen.
“Kepentingan apa? Memerangi kemiskinan tadi yang 13 persen. Mestinya dua tahun yang akan datang sudah tidak ada lagi yang miskin. Semuanya menjadi sejahtera,” ujarnya.
Menurut Trenggono, peningkatan produktivitas nelayan menjadi kunci. Dengan tersedianya sarana produksi dan infrastruktur pendukung, hasil tangkapan diharapkan meningkat signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat.
“Tujuannya sebenarnya agar masyarakat di Lombok Timur ini, di Ekas Buana, yang mayoritas nelayan, bisa meningkat produktivitasnya. Setelah meningkat, otomatis kesejahteraan mereka juga akan meningkat. Itulah kenapa saya datang ke sini,” katanya.
Program KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koperasi, kewirausahaan, hingga sertifikasi dan standarisasi usaha.
Melalui intervensi tersebut, setiap lokasi KNMP ditargetkan mampu meningkatkan produksi perikanan hingga 800 ton per tahun, menyerap sekitar 700 tenaga kerja, baik nelayan maupun non-nelayan, serta meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga Rp29,2 miliar per tahun sesuai desain program.
Penggerak Ekonomi Pesisir
KKP membangun 100 KNMP di seluruh Indonesia sejak akhir tahun 2025. Salah satu yang telah rampung secara fisik adalah KNMP Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.
Desa Ekas Buana dipilih karena memiliki potensi perikanan besar dengan komoditas utama tongkol, cakalang, kembung, dan udang. Dari total 1.226 kepala keluarga, sebanyak 854 berprofesi sebagai nelayan, dengan 396 unit kapal aktif beroperasi.
Beragam fasilitas telah dibangun untuk menunjang aktivitas perikanan, mulai dari gudang beku portable, pabrik es, shelter pendaratan ikan, docking kapal, bengkel nelayan, balai nelayan, hingga kios pemasaran ikan dan instalasi pengolahan air limbah. Pemerintah juga menyalurkan bantuan 10 unit mesin kapal, 1.620 alat tangkap ikan, satu mobil berpendingin, serta 50 unit cool box.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat kelembagaan pengelola melalui peningkatan kapasitas pengurus koperasi desa, pendampingan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kompetensi penyuluh perikanan.
Trenggono menegaskan, seluruh desa nelayan di NTB dan NTT berpeluang dibangun KNMP selama memenuhi kriteria sebagai desa nelayan. “Selama dia desa nelayan, kita akan bangun. Kita harus ciptakan semua potensi ekonomi yang ada di sini,” ujarnya.
Melalui penguatan rantai pasok, penerapan sistem rantai dingin, serta peningkatan daya saing produk perikanan hingga pasar regional dan global, pemerintah berharap KNMP tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, melainkan motor penggerak transformasi ekonomi pesisir di Indonesia timur. (Arry/Mar)











