- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
- KRI Bung Hatta-370 Salurkan 1,3 Ton Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Penyelundupan 360 Ribu Ekor BBL Digagalkan Tim F1QR, Negara Nyaris Rugi Rp54 Milyar

Keterangan Gambar : Upaya penyelundupan 360 ribu ekor benih bening lobster (BBL) senilai Rp54 milyar digagalkan Satgas TNI AL di Jambi. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Prajurit TNI AL bersama stakeholder terkait di wilayah perairan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) senilai sekitar Rp54 milyar di Muara Betara Jambi.
Baby lobster itu dikemas dalam 72 box styrofoam dan diperkirakan berjumlah 360.000 ekor. Hal ini diungkapkan oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Faisal, di Mako Lanal Palembang, Jumat (25/04/2025).
Baca Lainnya :
- Penyelundupan Sarang Burung Walet Senilai Rp216 Juta ke Singapura Digagalkan0
- Ketahuan Maling Ikan di Perairan Sebatik, Kapal Malaysia Dibekuk KKP0
- 7 Calon Pekerja Migran Ilegal Gagal Menyeberang ke Malaysia, Keburu Ketahuan Prajurit TNI AL0
- Pakaian Bekas Rp 515 Juta Dibawa 3 Truk Gagal masuk Malang Keburu Diciduk TNI AL0
- 298 Ribu Ekstasi, 231 Kg Sabu Hasil Tangkapan TNI AL dan BNN Aceh Dimusnahkan0
Upaya penyelundupan tersebut terbongkar berawal dari Tim Satgas Gabungan sektor Kuala Betara pada Rabu (23/4/2025) mendeteksi kapal motor kayu berwarna hitam yang mencurigakan sedang bergerak tanpa penerangan navigasi dari arah Muara Betara menuju ambang luar.
Selanjutnya Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Palembang mengejar dan menangkap kapal tersebut. Tak lama berselang, tim F1QR berhasil menangkap dan mengamankan 3 orang. Ketika diperiksa, isi kapal didapati muatan yang ditutupi terpal dan ditemukan ada 72 box styrofoam yang diberi pelapis berwarna hitam berisi BBL.
Danlanal Palembang Kolonel Laut Faisal menyatakan, kapal tersebut diduga akan melakukan ship-to-ship ke kapal Hight Speed Craft (HSC) di perairan luar untuk kemudian diselundupkan ke luar negeri. Adapun muatan yang ditemukan oleh tim gabungan sebanyak 72 box BBL berisi total sekitar 360.000 ekor, yang terdiri dari lobster jenis mutiara dan jenis pasir.
“Kerugian negara dari upaya penyelundupan ini diperkirakan sebesar Rp54 milyar dengan estimasi harga per ekor Rp150.000. Saat ini tiga orang ABK kapal kayu dan 72 boks benih bening lobster diamankan di Mako Lanal Palembang untuk diproses lebih lanjut,” tegas Kolonel Faisal.
Di tempat terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengapresiasi keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa, program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Ini merupakan wujud dari dukungan pelaksanaannya dengan menindaklanjuti terkait pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi merugikan negara, salah satunya penyelundupan sumber daya alam hayati. (Bow/Oryza)











