- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
Penyelundupan 360 Ribu Ekor BBL Digagalkan Tim F1QR, Negara Nyaris Rugi Rp54 Milyar

Keterangan Gambar : Upaya penyelundupan 360 ribu ekor benih bening lobster (BBL) senilai Rp54 milyar digagalkan Satgas TNI AL di Jambi. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Prajurit TNI AL bersama stakeholder terkait di wilayah perairan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) senilai sekitar Rp54 milyar di Muara Betara Jambi.
Baby lobster itu dikemas dalam 72 box styrofoam dan diperkirakan berjumlah 360.000 ekor. Hal ini diungkapkan oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Faisal, di Mako Lanal Palembang, Jumat (25/04/2025).
Baca Lainnya :
- Penyelundupan Sarang Burung Walet Senilai Rp216 Juta ke Singapura Digagalkan0
- Ketahuan Maling Ikan di Perairan Sebatik, Kapal Malaysia Dibekuk KKP0
- 7 Calon Pekerja Migran Ilegal Gagal Menyeberang ke Malaysia, Keburu Ketahuan Prajurit TNI AL0
- Pakaian Bekas Rp 515 Juta Dibawa 3 Truk Gagal masuk Malang Keburu Diciduk TNI AL0
- 298 Ribu Ekstasi, 231 Kg Sabu Hasil Tangkapan TNI AL dan BNN Aceh Dimusnahkan0
Upaya penyelundupan tersebut terbongkar berawal dari Tim Satgas Gabungan sektor Kuala Betara pada Rabu (23/4/2025) mendeteksi kapal motor kayu berwarna hitam yang mencurigakan sedang bergerak tanpa penerangan navigasi dari arah Muara Betara menuju ambang luar.
Selanjutnya Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Palembang mengejar dan menangkap kapal tersebut. Tak lama berselang, tim F1QR berhasil menangkap dan mengamankan 3 orang. Ketika diperiksa, isi kapal didapati muatan yang ditutupi terpal dan ditemukan ada 72 box styrofoam yang diberi pelapis berwarna hitam berisi BBL.
Danlanal Palembang Kolonel Laut Faisal menyatakan, kapal tersebut diduga akan melakukan ship-to-ship ke kapal Hight Speed Craft (HSC) di perairan luar untuk kemudian diselundupkan ke luar negeri. Adapun muatan yang ditemukan oleh tim gabungan sebanyak 72 box BBL berisi total sekitar 360.000 ekor, yang terdiri dari lobster jenis mutiara dan jenis pasir.
“Kerugian negara dari upaya penyelundupan ini diperkirakan sebesar Rp54 milyar dengan estimasi harga per ekor Rp150.000. Saat ini tiga orang ABK kapal kayu dan 72 boks benih bening lobster diamankan di Mako Lanal Palembang untuk diproses lebih lanjut,” tegas Kolonel Faisal.
Di tempat terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengapresiasi keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa, program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Ini merupakan wujud dari dukungan pelaksanaannya dengan menindaklanjuti terkait pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi merugikan negara, salah satunya penyelundupan sumber daya alam hayati. (Bow/Oryza)











