- Seminar Regional ASEAN, Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga Kerja pada Perdagangan antar Negara
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak
- Apel Siaga HUT ke-81 TNI AL, Kasal Tegaskan Prajurit dan Alutsista Siaga Bencana
- IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
- Peduli Warga Terdampak Gempa di Pulau Flores, Kemnaker Salurkan Bantuan
- Pencarian 5 Jurnalis di Perairan Banten, TNI AL Temukan Pelampung dan Botol Mengapung
- Ketua PWI Jaya: Menuju 5 Abad Jakarta, Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Baru Tahap Pemanasan
- Hari ketiga pencarian 5 Jurnalis, TNI AL dan Tim SAR Gabungan Terus Sisir Selat Sunda
- Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA
- Forum FAO di Roma, Indonesia Komitmen Perkuat Perikanan Skala Kecil Lewat KNMP
Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Keterangan Gambar : Rangkaian gerbong 10 KRL commuter line ringsek dan terjungkal.setelah ditabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BEKASI: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, data terbaru jumlah korban kecelakaan kereta di Bekasi yakni 106 penumpang, 15 orang di antaranya meninggal dunia.
jumlah total korban kecelakaan kereta api yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam, mencapai 106 orang.
"Jumlah penumpang yang menjadi korban baik yang meninggal maupun luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang," jelas Dudy dalam keterangab pers, Rabu (29/4/2026).
Baca Lainnya :
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal0
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka0
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran0
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik0
- Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong0
"Dari 106 orang yang menjadi korban, 15 meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. "Kemudian dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali," ungkap Dudy.
"Nah, harapan kami sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," sambung Dudy.
"Berkaitan dengan penyelenggaraan KRL hari ini insya Allah apabila.telah diberikan clearance oleh KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi.
Menhub menekankan, aspek keselamatan menjadi penekanan kepada PT KAI bila akan membuka kembali operasional Stasiun Bekasi Timur.
Seperti diketahui, kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Sebelum tragedi ini terjadi, ada sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Buntut dari kejadian tersebut, kereta lainnya yakni rangkaian KRL arah Cikarang yang membawa 10 gerbong menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama berselang datang dari belakang KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk KRL hingga gerbong 10 terbelah dan terpental keluar dari lintasan. (Arry/Mar)











