- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
- Teken MoU, PWI-Lemhannas Komitmen Jaga Ketahanan Nasional
- Tukar Jabatan, Maruli Simanjuntak Jabat Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
Pelindo Gaet Dubai Tanam Rp 6 T di Pelabuhan Belawan, Erick Thohir: Perkuat Ekosistem Logistik

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: instagram Erick Thohir
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi menandatangani kerja sama investasi dan pengoperasian (KSO) terminal baru kontainer Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. BUMN di bidang kepelabuhanan itu menggandeng DP World perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam acara penandatanganan KSO tersebut mengatakan, rantai pasok (supply chain) logistik di Indonesia hingga kini masih terdistrupsi. Kondisi ini makin parah ketika pandemi Covid-19.
"Yang namanya supply chain menjadi disrupsi terbesar saat Covid-19 dan untuk ke depannya. Jadi, ini penting kami pemerintah dan BUMN terus mendorong, kolaborasi pembangunan ekosistem dari pelabuhan, bandara, sampai kereta api," kata Erick dalam acara tersebut di Jakarta, Jumat (23/6/2023).
Baca Lainnya :
- Genjot Produksi Ikan Kerapu Cantang, ini Strategi KKP0
- Jelang Sidang IMO MEPC-80 di Inggris, ini Materi Persiapan Delegasi Indonesia0
- Desakan Indonesia ke Dunia: Lindungi Ekosistem Karbon Biru!0
- Ikuti MTR-SEA di Thailand, TNI AL Komitmen Tegakkan Hukum di Laut0
- Kasal Tinjau Industri Kapal Perang Turki Berusia Hampir 100 Tahun0
Dia mengatakan kerja sama ini dilakukan guna memperkuat eksosistem logistik yang menjadi salah satu masalah terbesar pada perekonomian Indonesia.
Menurut Erick, bila isu pembangunan ekosistem logistik tidak dapat diatasi, maka Indonesia akan tertinggal jauh dari negara besar lain di dunia. NKRI adalah negara kepulauan sehingga perlu infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung pergerakan logistik.
"Ini kita akan tentu last competition karena yang namanya logistik itu menjadi bagian terbesar yang kita hadapi dan sangat tantangan ke depan. Apalagi kita negara kepulauan yang 17.000 pulau. Nah karena itu kami di BUMN terus mendorong yang namanya konektivitas," urai Erick.
Dia berharap kerja sama ini bisa segera dimulai dan dibangun dan dalam kurun waktu 3 bukan atau 6 bulan sudah terealisasi. "Jadi momentum percepatan ekonomi harus terjadi. Pengembangan kerja sama ini 6 bulan lah, atau 3 bulan", tandas Erick. Dia mendorong BUMN untuk bisa menggaet investor asing.
INVESTASI Rp 6 TRILIUN
Acara tersebut jugabdihadiri Dirut Pelindo Arif Suhartono, Dirut INA Ridha Wirakusumah, Chairman and CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem.
Arif mengatakan kerja sama antara Pelindo, Indonesia Investment Authority (INA), dan DP World, adalah untuk operasi terminal kontainer Pelabuhan Belawan selama 30 tahun plus 20 tahun. Sementara kapasitas pengembangan yang direncanakan hingga 1,4 juta Teus.
"Investasi sekitar US$ 400 juta (Rp 6 triliun)," kata Arif.
Menurut Arif, kehadiran DP World nantinya akan menarik kargo internasional langsung ke Belawan tanpa mampir dulu ke negara tetangga.
Sementara itu Dirut INA, Ridha Wirakusumah berharap teknologi DP Word dalam pengembangan pelabuhan.
"Yang kami harapkan dari DP World adalah teknologi yang tak kalah penting adalah pengembangan infrastruktur pelabuhan, dan menarik traffic dari luar negeri. Ngapain kita lempar ke negara tetangga, yang mau masuk ke Indonesia langsung ke sini saja," tandas Ridha Wirakusumah.
(Arry/Oryza)











