- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
- Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas di Sidoarjo, Diduga Tampung Hasil Tambang Ilegal
- Libur Sekolah Pastikan Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan di Pelabuhan Merak
- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran

Keterangan Gambar : Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata melepas bantuan kemanusiaan dari alumni Akabri lulusan tahun 1989 untuk korban bencana di Sumatera. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Alumni Akabri lulusan tahun 1989 kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama. Solidaritas sosial ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan membantu korban bencana di Sumatera.
Para perwira tinggi dan purnawirawan dari empat matra (TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri) menyalurkan bantuan logistik besar-besaran bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra.
Proses pelepasan bantuan ini dilaksanakan di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/1/2026) dengan menggunakan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 sebagai unsur angkut utama menuju lokasi terdampak.
Baca Lainnya :
- Tongkat Komando Komandan KRI Teluk Calang-524 Diserahterimakan0
- 155 Prajurit Naik Pangkat Luar Biasa, Menhan: Bukti Negara Hargai Pengorbanan Prajurit di Papua0
- Doa Bersama di Penghujung 2025, TNI AL Siap Mengarungi Tahun 20260
- Tegakkan Kedaulatan di Ambalat, KRI Badik-623 dan KRI Pulau Rimau-724 Unjuk Kekuatan di Perbatasan0
- 200 Wartawan Bakal Ikuti Retret di Akmil Magelang, Digodok Bela Negara0
Acara pelepasan bantuan kemanuasiaan dihadiri oleh Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Dr. Rudi Purwanto dan sejumalh pejabat lainnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, selaku perwakilan Alumni Akabri 89 menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata pengabdian dan empati mendalam dari angkatannya.
"Bantuan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan aksi nyata kami, Alumni Akabri 89, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana nasional. Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang mengalami masa sulit," ujar Laksamana TNI Muhammad Ali.
Adapun paket bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan mendasar untuk mendukung pemulihan awal pascabencana, di antaranya kebutuhan dapur seperti tabung gas, kompor, selang regulator, dan perlengkapan memasak.
Alat kerja dan kebersihan, hingga perlengkapan tidur dan sandang, serta tentu bantuan logistik seperti paket bahan pangan (sembako) serta kebutuhan harian darurat.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemberian bantuan fisik, tetapi juga menegaskan komitmen kuat TNI-Polri khususnya para Alumni Akabri 89 untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap misi kemanusiaan.
Penggunaan aset TNI AL seperti KRI dr. Soeharso-990 memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah sasaran dengan cepat dan efektif. Diharapkan seluruh bantuan tersebut dapat segera terdistribusi secara tepat sasaran guna mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur di wilayah Sumatra pascabencana.
Seperti diketahui, banjir bandang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 22 November hingga 25 November 2025. Bencana alam ini mengakibatkan lebih dari 1.100 warga meninggal dunia, sejumlah jembatan putus dan kerusakan infrastruktur. Warga yang terdampak bencana masih membutuhkan bantuan. (Arry/Mar)











