- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
- Mengintip Dapur Pelabuhan! Talenta Muda Peserta MAGENTA Pelindo Tur Eksklusif di IPC TPK
KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Aceh. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ACEH: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan rusak imbas banjir besar di Aceh beberapa waktu lalu. Kerusakan tingkatnya bervariasi, mulai ringan hingga sangat berat.
Kerusakan tersebut mengakibatkan lebih dari 30 ribu pembudidaya mengalami kerugian. Menteri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis (8/1/2026).
“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Zulkifli Hasan (Zulhas).
Baca Lainnya :
- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja0
- Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif0
- Boyolali Diproyeksi Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Bakal Siapkan Kolam Bioflok0
- Kontraktor Nakal Garap Proyek KNMP, Menteri Trenggono Tak Akan Tolerir0
- Stop Impor Garam, KKP Optimistis 2027 Indonesia Bisa Swasembada0
Selain di Pidie Jaya, Menko Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Jumat (9/1) juga meninjau lokasi budidaya perikanan terdampak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Utara.
Trenggono merinci, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).
Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.
“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Menteri Trenggono.
Sebagai informasi, tambak rusak imbas banjir besar disertai longsor beberapa waktu lalu menimpa hampir seluruh wilayah Aceh. Tingkat kerusakan bervariasi bahkan sampai ada yang rata dengan tanah karena tergenang lumpur yang dibawa banjir. (Arry/Mar)











