- Edukasi Keselamatan Melaut, Posal Sungai Kakap Gelar Penyuluhan Nelayan Kecil
- Kasal Resmikan Pembangunan dan Perbaikan Sarana Pendidikan Kodiklatal
- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
Minyak Goreng Rp14.000/liter Langka di Pasaran, Emak-emak Kecewa
-

Keterangan Gambar : Minyak goreng kosong .Fot: indonesiamaritimenews.com/Ary
IMN-indonesiamaritimenews.com,JAKARTA: Kebijakan pemeritah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sebesar Rp11.500/liter disambut baik masyarakat. Harga tersebut berlaku terhitung 1 Februari 2022. Selama masa transisi, harga minyak goreng Rp14.000/liter.
Sayangnya, minyak goreng Rp14.000/liter kini menghilang dari pasaranan baik di pasar tradisional, ritel maupun pasar modern. Kelangkaan minyak goreng sudah terjadi sejak sepekan lalu.
Pantauan indonesiamaritimenews.com di sejumlah minimarket kawasan Jakarta hingga Tangerang, minyak goreng kemasan seharga Rp14.000 kosong. Di rak atau gerai tempat minyak biasa dipajang, hanya ada minyak kelapa dan minyak kedelai yang harganya Rp33.000 hingga Rp40.000 per liter.
Baca Lainnya :
- Hore...Harga Minyak Goreng Ditetapkan Rp11.500/liter-0
- Tahukah Anda Rahasia Kebahagiaan di Sedekah?20
- Webinar ITL Tatanan Kepelabuhanan Nasional dalam menghadapi Persaingan Transportasi dan Logistik0
- Menhub: Kolaborasi Wujudkan Keselamatan Angkutan Sungai dan Danau 0
- Karangan Bunga dari Menhan Prabowo, Wagub Sumut Musa Rajekshah Hiasi Pemakaman Putri Nurul Arifin0
Langkanya minyak goreng membuat konsumen terutama emak-emak kecewa. “Gimana sih. Kata pemerintah minyak goreng harganya sudah normal, tapi barangnya kok nggak ada,” cetus Irma, warga Jakarta Barat di sebuah minimarket, Sabtu (29/1/2022).
Dia kesal karena belum sempat membeli minyak ‘murah’. “Kemarin-kemarin itu saya mau beli, tapi antrenya panjang. Dijatah pula. Sekarang malah barangnya langka,” sambung ibu muda ini.
Pramuniaga minimarket saat ditanya mengatakan, stok minyak goreng memang tidak ada lagi. “Sejak seminggu lalu suah habis,” ucap pramuniaga yang tak mau disebutkan namanya tersebut kepada indonesiamaritimenews.com.
Bisa jadi kelangkaan minyak goreng terjadi akibat ‘panic buying’ hingga masyarakat memborong barang, atau juga lantaran lambatnya distributor memasok barang ke pasaran.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, menyusul pemberlakuan domestic price obligation atau DPO untuk pasokan minyak sawit mentah (CPO) dan olein ke pasar dalam negeri, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kini ditetapkan sebesar Rp11.500 berlaku mulai 1 Februari 2022.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan DPO untuk CPO ditetapkan sebesar Rp9.300 per kilogram (kg), sementara untuk minyak olein sebesar Rp10.300 per liter. Eksportir minyak goreng wajib memasok 20% dari volumenya untuk dalam negeri di tahun 2022. Diperkirakan, kebutuhan minyak goreng nasional tahun ini mencapai 5,7 juta kiloliter.(Fat/Oriz)











