- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Majukan Industri Udang Nasional, Ini Strategi KKP

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu (kedua dari kiri). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat langkah untuk memajukan industri udang nasional, khususnya di sektor hulu perikanan budidaya.
Kolaborasi erat antara asosiasi, pelaku usaha swasta, akademisi, serta kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan industri udang Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan udang sebagai komoditas unggulan. “Dengan kondisi eksisting seperti ketersediaan lahan, produksi nasional, dan posisi udang Indonesia di pasar global, kita memiliki peluang besar untuk menjadikan industri udang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Tebe pada siaran resmi di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Baca Lainnya :
- Forum APEC, KKP Dorong Keberlanjutan Perikanan Pelagis Kecil0
- PWI Pusat Tegaskan, Pencabutan ID Pers Istana Wartawan CNN Indonesia Langgar Kebebasan Pers0
- TPK Berlian Gelar Simulasi BCP, Asah Kemampuan Personel Hadapi Cyber Attack0
- Laskar Literasi Perpusnas RI Baca Puisi Perdamaian Bersama Penyair Asia Tengggara di Monas Jakarta0
- PELNI Gelar Customer Appreciation Night 2025, Kumpulkan Pelaku Usaha Logistik dan Pelayaran0
Ia menyampaikan beberapa strategi di hulu untuk memperkuat sektor industri budidaya udang. Pertama, melalui perbaikan atau penyusunan regulasi dengan menyederhanakan aturan perizinan agar lebih efisien, melakukan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih, serta memastikan kebijakan yang diterapkan mendukung investasi sekaligus keberlanjutan lingkungan.
Kedua, penerapan protokol budi daya atau Good Aquaculture Practice dengan langkah-langkah seperti peningkatan kapasitas pembudidaya melalui pelatihan dan pendampingan, mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan dan biosecurity, serta menjamin kualitas udang sejak awal siklus produksi agar sesuai dengan standar internasional.
Selanjutnya, strategi lain dilakukan melalui dukungan pendanaan, antara lain penyediaan akses kredit lunak atau skema pembiayaan khusus bagi petambak, pemberian insentif bagi pembudidaya yang menerapkan praktek terbaik (best practices), serta menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses modal.
KKP juga berupaya menghasilkan induk udang unggul sehingga tak perlu lagi impor. Di moment Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka peringatan HUT ke-26 tahun KKP yang jatuh tiap 26 Oktober, program induk udang unggul kian diperkuat.
“Kami telah mengembangkan induk udang lokal bernama Nusa Dewa melalui Balai di Karangasem, Bali. Ini menjadi bukti nyata bahwa kita mampu menghasilkan produk unggul buatan Indonesia. Sudah saatnya kita bangga dengan karya anak bangsa,” tegas Tebe.
Dia juga mengajak para pembudidaya untuk meninggalkan praktik lama yang tidak sesuai standar, termasuk penggunaan antibiotik. Sebagai alternatif, pemerintah mendorong penggunaan probiotik. “Inovasi ini harus terus dikaitkan dengan aspek keekonomian agar bisa diadopsi dengan baik oleh pembudidaya di lapangan,”tambah Tebe.
Dukungan Stakeholder
Sementara itu Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyatakan kesiapan perguruan tinggi menjadi mitra strategis industri perikanan, terutama dalam bidang riset dan pengembangan.
“IPB memiliki banyak hasil riset yang siap diaplikasikan, mulai dari bioteknologi dan probiotik sebagai alternatif antibiotik, teknologi digital berbasis AI untuk monitoring, inovasi pakan berbahan lokal, hingga teknologi lingkungan berkelanjutan,” jelas Prof. Arif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan para pembudidaya adalah kunci keberhasilan. “Yang paling penting adalah membangkitkan semangat bersama,” ujarnya.
Ketua Farmers Learning Club, Gerry Kamahara, menambahkan pihaknya rutin menggelar ajang tahunan FARM 2025 sebagai wadah jejaring dan kolaborasi untuk mendukung industri udang Indonesia., “Tahun ini FARM 2025 sangat istimewa karena menampung langsung aspirasi petambak dalam menghadapi dinamika industri udang. Mari kita berkolaborasi untuk mengantisipasi tantangan bersama,” kata Gerry.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkap pentingnya pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan untuk menopang produksi perikanan nasional. Praktik budidaya berkelanjutan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tapi ikut menjaga populasi perikanan di alam. (Arry/Oryza)











