- Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket ke Nelayan
- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
Libur Nataru 2023-2024, Penumpang Angkutan Laut Tembus 4,9 Juta Orang

Keterangan Gambar : Penumpang angkutan laut. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Penumpang angkutan laut selama libur Nataru 2023-2024 di sejumlah pelabuhan di Indonesia menembus angka 4,6 Juta Orang.
Posko Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) resmi ditutup. Penutupan dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jon Kenedi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Selasa (9/1/2024).
Baca Lainnya :
- Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wamen Ketenagakerjaan Tekankan Soal Hubungan Industrial0
- Genjot Produksi Ikan Patin, KKP Siapkan Program SFV di Tanah Tumbu Kalsel0
- Karyawan SPMT Jadi Ambassador Perusahaan, Tebar Informasi Positif di Medsos 0
- Tiba di Mesir, Satgas Maritime Task Force TNI Konga Napak Tilas Situs Purbakala Sejarah Dunia0
- Libur Nataru 2023-2024, Pelindo Regional 4 Mencatat Jumlah Penumpang Meroket 103 %0
Penutupan Posko Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 hari ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara daring. Posko Nataru 2023-2024 berlangsung selama 22 hari yang mulai 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024.
"Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 telah berlangsung dengan baik, dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Tentunya hal ini tidak lepas dari koordinasi dan kerja nyata bersama-sama seluruh unsur Kementerian dan Lembaga, TNI, Polri, BUMN dan Stakeholder sektor transportasi," kata Jon Kenedi.
Ia juga mengapresiasi peran penting jajaran petugas Ditjen Perhubungan Laut yang telah bertugas dengan sangat baik dalam mengawal Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
TOTAL 4,9 PENUMPANG
Berdasarkan data Posko Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, pada 110 pelabuhan total jumlah keberangkatan penumpang sampai 8 Januari 2024 sebesar 2,3 juta orang. Sedangkan pada 264 pelabuhan total jumlah keberangkatan penumpang sampai dengan 8 Januari 2024 sebesar 2,6 juta orang, sehingga total penumpang naik dan turun sebesar 4.900.000 orang.
Kemudian, untuk pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi yaitu Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Nusa Penida dan Benoa. Pada penyelenggaraan Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ini, Ditjen Perhubungan Laut kembali menyediakan angkutan laut gratis menggunakan kapal Pelni.
"Program Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 gratis ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara untuk memfasilitasi masyarakat pengguna transportasi laut," ujar Jon.
Berikut realisasi tiket gratis yang dimanfaatkan oleh masyarakat pada masa Angkutan Natal 2023 periode tanggal 18 s.d. 25 Desember 2023 adalah sebanyak 2.466 pax atau 56% dari total kuota 4.415 tiket yang disediakan.
Selanjutnya, realisasi tiket gratis penumpang kapal laut pada masa Angkutan Tahun Baru 2024 periode tanggal 1- 8 Januari 2024 adalah sebanyak 4.646 pax atau 29,78% dari total kuota 15.599 tiket yang disediakan.
Jon berpesan agar penyelenggaraan transportasi laut pada masa Natal dan Tahun Baru mendatang lebih baik lagi, diperlukan sinkronisasi yang lebih baik lagi antara pelaksanaan dalam pengambilan kebijakan maupun dalam pelaksanaan di lapangan.
"Dengan berakhirnya Posko Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ini, saya minta kepada Direktur dan Kepala UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut untuk segera melakukan penyempurnaan analisis dan evaluasi sekaligus mencari upaya dan terobosan baru guna peningkatan pelayanan angkutan lebaran dan nataru di tahun mendatang," tutup Jon (Arry/Oryza)











