- Upaya Penyelundupan Benih Bening Lobster Rp1,6 M di Bandara Juanda Digagalkan
- Navy Fair 2026 di Monas: Kopaska, Marinir hingga Dapur Lapangan Makan Gratis Dipadati Pengunjung
- Komisi V DPR RI Cek Kualitas Pelayanan dan Keamanan Pelabuhan Makassar
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya
- Ikan Bersertifikat KKP Dorong Peningkatan Ekspor ke Negara Tetangga
- Workshop Safety Training PT PELNI, Kemenhub Bekali Keselamatan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Syukuran 100 Tahun Perjalanan Gontor, Presiden Prabowo Cium Mushaf Al-Quran Gontor
- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
KM Budi Utama Karam di Pulau Padar, Tim QRT Kemenhub Evakuasi Seluruh Penumpang

Keterangan Gambar : Tim aksi cepat Quick Response Team (QRT) KSOP Kelas III Labuan Bajo mengevakuasi penumpang KM Budi Utama yang tenggelam. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LABUAN BAJO: Tim aksi cepat atau Quick Response Team (QRT) KSOP Kelas III Labuan Bajo, telah mengevakuasi korban insiden tenggelamnya kapal tradisional pengangkut penumpang KM. Budi Utama di perairan Selatan Pulau Padar, Sabtu (22/6/2024).
Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengungkapkan, Tim QRT kolaborasi KSOP Kelas III Labuan Bajo bersama Basarnas Labuan Bajo, Polairud dan TNI Angkutan Laut berhasil mengevakuasi dengan selamat seluruh awak kapal dan seluruh penumpang.
"Seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi dengan selamat, selanjutnya dievakusasi menuju Labuan Bajo dengan menggunakan KM. Senada Pinishi," ungkapnya.
Stephanus mengungkapkan, kapal tenggelam diduga karena terseret dan tidak bisa dikendalikan karena arus kuat dan gelombang dilokasi pertemuan arus.
“Dugaan awal kapal tenggelam dikarenakan terseret sehingga tidak dapat dikendalikan, untuk itu saya himbau agar kita semua waspada dengan adanya cuaca ekstrem,” ujar Stephanus.
Baca Lainnya :
- KM Umsini Terbakar, Operasional Pelabuhan Makassar Berjalan Normal0
- 3 Tug Boat Pelindo Sigap Padamkan Kebakaran KM Umsini di Makassar0
- KM Umsini Terbakar Ribuan Penumpang Panik Selamatkan Diri, Ini Kronologisnya0
- Personel Posal Eretan Cirebon Evakuasi Jenazah ABK0
- 5 Desa Terendam, Lanal Cirebon Kerahkan Tim Siaga Banjir dan Perahu Karet0
Ia menambahkan, personel dan kapal yang diturunkan yaitu Ruber Boat Basarnas dan KSOP Kelas III Labuan Bajo serta RIB Polair Polda NTT. Anggota Tim yg ke lapangan dari KSOP sebanyak 5 Personil, Polair 2 Personil, Basarnas 3 Personil dan TNI AL 1 Personil.
“Pihak KSOP Kelas III Labuan Bajo selanjutnya mengeluarkan Notice To Mariner (NTM) dan Broadcast Securite kepada kapal-kapal yang berlayar disekitar perairan Padar dan Pulau Komodo sebagai antisipasi kecelakaan pelayaran,” tambah Stephanus (Arry/Oryza)











