- Latma Orruda 2026 di Rusia Dimulai, Uji Ketangguhan dan Kesiapan Tempur Prajurit Jalasena
- Edukasi Maritim, PELNI Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai Diikuti 250 Anak-anak
- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
- Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 Dimeriahkan Tokoh Lintas Generasi dan Negeri, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siap Orasi Budaya
- Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional Positif Sepanjang Semester I 2026
- Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Terima Bongkar Muat MV. MSC CARLA III
- KPK Suvervisi Tata Kelola BBM PELNI, Pastikan Transparansi dan Cegah Korupsi
Wanita Peru Telan 1,2 Kg Kokain, Diselundupkan ke Indonesia, Ditangkap di Bandara Soetta

Keterangan Gambar : Kabid Humas.Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menunjukkan barang bukti dan tersanka. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA : Seorang wanita Peru menyelundupkan 1,2 kilogram kokain ke Indonesia dengan cara ditelan (swallow). Dia ditangkap oleh aparat Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta serta Ditnarkoba Polda Metro Jaya.
Wanita tersebut, Elizabeth Aquero Moreano (EAM).berusia 39 tahun, menelan 1,2 kilogram kokain yang dikemas ke dalam 116 kapsul berbentuk kepompong dibungkus alumunium foil.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menjelaskan kasus ini bisa terdeteksi berkat kerjasama yang baik atara kepolisian dan Bea Cukai. " Di samping pengungkapan kasus 1,2 kilogram kokain, juga ada pengungkapan 213 butir ekstasi dan juga serbuk ekstasi sebanyak 735 gram dari rumah kontrakan," jelas Zulpan.
Baca Lainnya :
- Kasus Pembunuhan Brigadir J, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Tidak Ajukan Eksepsi0
- Ini Dia Pelabuhan Sudah Memiliki Sambungan Listrik Darat0
- Pelabuhan di Indonesia Didorong Miliki Fasilitas Listrik Darat, Pelindo dan INSA Tandatangani MoU0
- Catatan 1 Tahun Merger Pelindo, PT IPC Terminal Petikemas Raih Penghargaan Internasional0
- 9 Kapolda Baru Dilantik, Irjen Teddy Minahasa Tidak Dihadirkan0
Lebih rinci, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengatakan pelaku merupakan wanita warga negara asing asal Peru yang membawa kokain di dalam perutnya. "Modusnya modus swallow, diminum, ditelan, sehingga tes urine positif, dia mengandung kokain dan hasil rontgen juga terdapat bola bola, itu ada dalam perut tersangka," ungkap Juharsa.
INFO BEA CUKAI
Dijelaskan Juharsa Mukti, ada informasi dari Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, pada Selasa, 11 Oktober 2022 pukul 23.00 WIB. "Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba PMJ bersama dgn Tim Bea Cukai Bandara Soetta melakukan penyelidikan terhadap 1 orang penumpang wanita EAM warga negara Peru, yang diduga membawa narkotika jenis kokain dengan cara ditelan (modus swallow)," ucapnya.
Wanita itu diamankan lalu dites urine. Hasilnya positif narkotika. Selanjutnya dilakukan rontgen perut EAM di Rumah Sakit PIK. "Hasil rontgen diketahui terdapat benda asing berupa beberapa kapsul yang diduga berisi narkotika," sambung Juharsa.
EAM lalu diawasi ketat sambil menunggu waktu dia BAB. Di bawah pengawasan tim medis dan anggota, akhirnya tersangka berhasil mengeluarkan kotoran yang terdapat beberapa kapsul diduga berisi narkotika jenis kokain. "Selama 2 hari sampai dengan Kamis, 13 Oktober 2022 total sebanyak 116 kapsul diduga berisi kokain telah berhasil dikeluarkan," ungkap Juharsa Mukti.
Sementara itu Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah mengatakan pihaknya curiga kepada EAM saat tiba di Bandara Soetta. Wanita ini lalu diamankan. "Setelah kami mencurigai kami lakukan pendalaman, wawancara, di situ kami menemukan adanya potensi yang bersangkutan membawa narkotika," katanya.
"Kami coba observasi secara medis, kemudian kami lihat di dalam tubuh penumpang nampak jelas hasil medisnya membawa dan menyembunyikan barang terlarang," tandas Zaky.
Tersangka EAM kini terancam hukuman mati. Dia dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (Fat/ Oryza)











