TNI Anak Kandung Rakyat

By Indonesia Maritime News 05 Okt 2025, 18:38:52 WIB Editorial
TNI Anak Kandung Rakyat

Keterangan Gambar : Masyarakat gembira konvoi naik kendaraan militer keliling Monas pada HIT ke-80 TNI, Minggu (5/10/2025). Foto: property of indonesiamaritimenews.com


TENTARA Nasional Indonesia tahun ini tepat berusia 80 tahun. Upacara peringatan HUT ke-80 TNI digelar megah dengan Inspektur Upacara Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025). 

Lahirnya TNI tidak lepas dari sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. TNI lahir dari rakyat Indonesia, dari perjuangan rakyat yang menumpahkan darah berjuang melawan penjajah.

Presiden Prabowo dalam amatnya menekankan, TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia, berasal dari rakyat,  timbul dan tenggelam bersama rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan rakyat, serta siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia. 

Baca Lainnya :

TNI menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah ketidakpastian lingkungan global saat ini. Menjadi tulang punggung pertahanan, TNI melindungi seluruh rakyat Indonesia dan tumpah darah Indonesia.

Kini delapan dekade sudah TNI kebanggaan rakyat Indonesia melindungi negeri ini. Di era globalisasi ini tantangan ke depan semakin berat. Selain tuntutan modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan), profesionalisme personel TNI juga menjadi hal yang krusial.

Pada HUT TNI tahun ini yang digelar di Monas, 133 ribu personel dan lebih dari 1.000 alutsista dilibatkan. Rakyat bisa menyaksikan gagahnya parade tentara kebanggaan bangsa. Rakyat bisa menyaksikan langsung kekuatan TNI, menonton berbagai jenis senjata yang dipamerkan, serta kendaraan tempur. Rakyat juga boleh menjajal naik kendaraan tempur keliling Monas, atau sekedar numpang foto.

Parade militer dan pameran Alutsista TNI bukan hanya membuat rakyat bangga dan semakin dekat pada tentara kita. Mata dunia pun tertuju pada Indonesia. Dunia melihat bahwa  Indonesia memiliki sistem pertahanan yang tidak tertinggal dengan negara lain. Indonesia juga siap memberikan efek gentar (deterrent effect) kepada siapapun yang mencoba mengganggu NKRI.

TNI mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain. Konstitusi juga sudah secara tegas menyatakan TNI sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. 

Segelintir oknum TNI yang melenceng dan mencoreng nama baik institusi adalah nila yang harus dibuang. Rakyat Indonesia bangga dengan tentaranya. Tetaplah menjadi pembela rakyat, bukan pembela atau pelindung sekelompok orang atau pihak-pihak yang memperalat TNI. Rakyat juga akan membelamu. Dirgahayu TNI. (Red)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook