- Edukasi Keselamatan Melaut, Posal Sungai Kakap Gelar Penyuluhan Nelayan Kecil
- Kasal Resmikan Pembangunan dan Perbaikan Sarana Pendidikan Kodiklatal
- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama tim dari Rubicon Carbon, perusahaan Amerika. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengembangkan program karbon biru sebagai instrumen pembangunan serta mendukung aksi mitigasi perubahan iklim.
Terbaru, Direktorat Pengelolaan Kelautan KKP menjajaki pengembangan proyek inovasi karbon biru berintegritas tinggi bersama Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat.
Sinergi KKP dan Rubicon Carbon berpotensi mendatangkan investasi di bidang karbon, pengembangan teknologi, hingga pembiayaan inovatif untuk peningkatan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru nasional, seperti mangrove, terumbu karang, hingga padang lamun.
Baca Lainnya :
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing0
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo0
- KKP dan Pemprov Kepri Perkuat Sinergi Tata Kelola Ruang Laut0
- Diapresiasi Komisi IV DPR, Panen Udang ke-8 BUBK Kebumen Ditarget 254,5 Ton0
- Purnawirawan TNI AL Luncurkan Jalasena Maritime Studies dan Kantor Hukum Advokasi Maritim0
KKP sendiri saat ini tengah menyiapkan regulasi penyelenggaraan instrument Nilai Ekonomi Karbon (NEK), dengan melakukan revisi Permen 1 tahun 2025 tentang tata cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di Sektor Kelautan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak.
"Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan dengan tim Rubicon Carbon di kantor KKP kemarin, Trenggono memaparkan program karbon nasional. Diantaranya rencana pengembangan proyek restorasi mangrove skala besar di Pantai Utara Jawa dan penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pemantauan untuk mengukur kondisi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.
Jajaki Kerja Sama
Melalui kemitraan dengan Rubicon Carbon, KKP akan menjajaki penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, hingga akses terhadap pasar karbon internasional. Tahapan ini diharapkan menghasilkan proyek karbon biru yang memenuhi standar global dan mampu menarik pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.
“Kami melihat hal ini sebagai kepemimpinan sejati di pasar dalam memulihkan dan melestarikan mangrove. Dari pihak kami, kami sangat menantikan kerja sama dengan KKP, serta menjajaki bagaimana mengembangkan proyek tingkat lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia. Kami berharap dapat menjadikannya contoh berskala kelas dunia tentang bagaimana mereplikasi solusi-solusi ini untuk memulihkan mangrove di seluruh dunia,” ungkap Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji.
Filipe Blackwood Oliveira, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon menambahkan bahwa Rubicon Carbon berkomitmen untuk membantu masyarakat, serta memastikan bahwa masyarakat mendapatkan kemakmuran yang memang seharusnya terwujud, bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk 50 tahun ke depan.
“Dan kami, bersama dengan Presiden Indonesia, berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kami akan melakukan lebih dari sekadar kata-kata. Kami di sini untuk memberikan dampak yang nyata” ungkapnya.
KKP menegaskan bahwa seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pengembangan karbon biru diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru Indonesia. (Arry/Mar)











