- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
- Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI
- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
Tingkatkan Pelayanan Publik di Perikanan Tangkap, KKP Optimalkan Digitalisasi

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perikanan tangkap. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perikanan tangkap. Hadirnya teknologi digital ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan perizinan berusaha serta pelayanan publik lainnya.
“Transformasi digital bukan sekadar alat bantu, tapi menjadi pondasi utama dalam membangun perikanan tangkap yang modern, efektif, dan akuntabel,” kata Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Kamis (24/7).
Baca Lainnya :
- KKP: PNPB Perikanan Kontribusi Pelaku Usaha Manfaatkan Sumber Daya Alam0
- Lindungi Habitat Penyu di Raja Ampat, KKP Gandeng Yayasan Penyu Papua0
- Aku Cinta Laut, Koarmada RI Sasar Kawasan Pelabuhan Muara Angke0
- Pemanfaatan Tiga Pulau Kecil di Kepri Disegel KKP0
- Serbuan Maritim di Muara Angke: Prajurit, Masyarakat dan Mahasiswa Bersih-bersih Pantai0
Menurut Latif aplikasi penangkapan ikan terukur secara elektronik (e-PIT) mengintegrasikan layanan hulu-hilir perikanan tangkap dalam satu sistem sejak sebelum kapal berangkat melaut di pelabuhan perikanan, pencatatan aktifitas penangkapan ikan, hingga pelaporan penghitungan sendiri, dan pembayaran PNBP PHP pascaproduksi.
“e-PIT menjadi one stop solution dalam manajemen usaha penangkapan ikan yang hadir sejak 2023 dan terus dikembangkan dengan situasi terkini sehingga dapat semakin memberikan kemudahan berusaha. Fitur-fitur didalamnya dirancang agar pelaku usaha dan pemerintah tetap terkoneksi dan saling bersinergi,” imbuhnya.
Untuk mendukung iklim usaha perikanan tangkap yang optimal, beragam inovasi teknologi perikanan tangkap hadir dan menjadi jawaban terhadap tantangan zaman melalui penyediaan layanan berbasis teknologi informasi, antara lain: - Layanan Perizinan Berusaha
- Layanan Persetujuan Pengadaan Kapal Perikanan
- Layanan Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan
- Layanan Pendaftaran Kapal Perikanan
- Layanan Pendaftaran kapal ke RFMO
- Layanan Buku Pelaut Perikanan, Layanan Persetujuan Berlayar
- Layanan Bukti Pelaporan Kedatangan Kapal
- Layanan Jasa Kepelabuhanan, dan
- Layanan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan
KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap juga menyiapkan modul-modul untuk mempermudah pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sekaligus pemenuhan kewajibannya, antara lain Modul Manajemen Usaha dan Manajemen Operasi, Penyampaian Logbook Penangkapan Ikan, Penyampaian Laporan Penghitungan Sendiri, Pembuatan Billing PHP Pascaproduksi dan Penyampaian Laporan Kegiatan Usaha.
Data dan informasi terkait perikanan tangkap yang tersedia juga dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat, antara lain portal perizinan berusaha dan pusat informasi pelabuhan perikanan. Semua itu disediakan untuk mendorong peningkatan tata kelola perikanan tangkap yang maju dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai penerapan teknologi di subsektor perikanan tangkap, termasuk pengembangan aplikasi tidak hanya mempermudah nelayan namun juga meningkatkan kapasitasnya dan lebih berdaya saing. (Arry/Oryza)











