- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
- Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI
- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
Masa Uji Coba

Keterangan Gambar : Uji coba operasional 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan hasil positif. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 273,6 ton ikan dari sejumlah lokasi KNMP tahap I telah dikirim ke berbagai tujuan. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Uji coba operasional 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan hasil positif. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 273,6 ton ikan dari sejumlah lokasi KNMP tahap I telah dikirim ke berbagai tujuan dengan nilai mencapai Rp11,10 miliar.
KNMP tahap I yang telah berhasil mengirimkan hasil perikanan berada di Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, hingga Merauke. Komoditas yang dikirim antara lain tuna, tuna loin, tuna fillet, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.
Ketua Satgas Operasional KNMP, Irjen. Pol. Drs. Victor Gustaaf Manoppo mengatakan pihaknya sedang memastikan kesiapan pengelolaan koperasi.
Baca Lainnya :
- Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan Section 3 di AS0
- Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe Mulai Produktif, Kirim 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor0
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri 0
- 4 Ton Ikan Layang Ditebar KKP untuk Warga Jakarta Pusat0
- Ekspor Kerapu ke AS Tunjukkan Trend Positif, Sertifikasi Mutu Perikanan Indonesia Kian Diakui0
“Fokus kami sekarang memastikan semua fasilitas KNMP tahap I digunakan, unit usaha dijalankan, dan koperasi siap mengelolanya,” ujar Victor, dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Di masa uji coba, tim detasering KKP turun langsung melakukan pendampingan untuk melihat potensi dan peluang bisnis, mencari mitra potensial, dan mempercepat tindak lanjut bersama pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, dan mitra usaha.
Adapun unit usaha yang sudah berjalan di lokasi-lokasi KNMP yakni pemanfaatan cold storage, kapal penangkap ikan, kendaraan berpendingin, sentra kuliner, mesin, kios perbekalan, bengkel, dan pabrik es. Dari uji coba tersebut tercatat pendapatan sebesar Rp1,29 miliar.
“Ketika fasilitas digunakan dan transaksi mulai terjadi, berarti KNMP sudah masuk ke tahap usaha,” kata Victor.
Pihaknya juga menghubungkan pengelola KNMP dengan lembaga keuangan, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), untuk mendukung kebutuhan modal usaha. “Pembiayaan harus mengikuti kebutuhan usaha. Koperasi perlu memiliki kelembagaan dan rencana bisnis yang jelas agar pembiayaan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha,” ujar Victor.
Koperasi dan Usaha Diperkuat
Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan KKP terus memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus menyiapkan model usaha, akses pasar, dan pembiayaan.
“Kami melihat fasilitas yang bisa segera digunakan, pengelolanya, model usahanya, lalu kami hubungkan dengan mitra dan pasar. Pendampingan diarahkan sampai kegiatan usaha dapat berjalan,” ujar Ali.
Pendampingan meliputi legalitas dan perizinan usaha khususnya penambahan KBLI untuk usaha kelautan dan perikanan, pembekalan administrasi untuk pengurus, model bisnis sarana rantai dingin, literasi keuangan, STELINA, diversifikasi produk, serta sertifikasi SKP dan SPDI. KKP juga membuka akses pasar dengan UPI, eksportir, SPPG, pemasok, distributor, pedagang pengumpul, koperasi perikanan, dan kelompok pengolah hasil perikanan.
Dari sisi mutu, dilakukan pembinaan mutu dan keamanan pangan, khususnya di Cold Storage dan Sarana Distribusi, sehingga unit bisnis KNMP tersebut memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Sertifikat Penerapan Distribusi Ikan (SPDI). (Bow/Mar)











