- ASDP Peduli Desa Adat dan Budaya Bali, Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo
- Moncer Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs
- Sebagai Kekuatan Sosial dan Budaya, Ketua IKANAS Erwan Rozadi Ajak Keluarga Besar Nasution Bangun Sumut
- Hanyut ke Kalbar, Kapal Ikan Malaysia Dikawal Kodaeral XII Pulang Disambut APPM di Perbatasan
- Dampak Pemadaman Listrik di Sumut, Bobby Nasution Desak PLN Beri Kompensasi
- Kadet AAL Tampil di Hari Besar Rusia 2026, Genderang Sulung Gita Jala Taruna Memukau
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa
- Ketika Kekuasaan Tidak Terawasi maka Kemanusiaan akan Menjadi Korban
- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
Terminal Kijing Menggeliat Bulog Bongkar 6 Ribu Ton Beras Vietnam

Keterangan Gambar : Beras sedang di Bongkar di Terminal Kijing.Foto: Humas Pelindo Regional 2 Pontianak
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KALBAR: Terminal Kijing menggeliat, Bulog Bongkar 6 ribu Ton Beras dari Vietnam.
"Kegiatan bongkar beras milik PT Bulog (Persero) itu sebanyak 6.012 ton, yang diangkut MV Vien Dong 09, berbendera Vietnam, panjang 102,79 M/4.089 GT, sandar di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, "jelas Hambar Wiyadi General Manajer Pelindo Regional 2 Pelabuhan Pontianak, dikutip Senin ( I/5/23).
Sebelum dilaksanakan kegiatan bongkar, tambah Hambar, terlebih dahulu dilakukan "Breifing Safety Talk", Minggu ( 30/4/23) yang dilaksanakan di area demaga Terminal Kijing, kepada seluruh personil/petugas/pekerja/TKBM yang akan melaksanakan kegiatan operasional lapangan.
Baca Lainnya :
- Hari Buruh, SP TPK Koja Berdialog dengan Menaker 0
- JTCC Perpanjang Diskon Tarif, Melancarkan Arus Barang Paska Lebaran 20230
- Drone Hancur Ditembak Rudal Strategis TNI AL di Udara Bali0
- Angkutan Lebaran, 63 Terminal Pelindo Sudah Layani 1,1 Juta Penumpang0
- Kapal Evelyn Calisca Terbalik, 11 Penumpang Kehilangan Nyawa0
Hambat menekankan,"Tetap utamakan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja, jika ada sitausi dan kondisi yang membahayakan lingkungan kerja segera diinformasikan dan kita atasi bersama,"imbuh Hambar.
Kegiatan bongkar beras tersebut menggunakan 3 (tiga) gang crane. (Arry/Oryza)











