- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
Terminal Kijing Menggeliat Bulog Bongkar 6 Ribu Ton Beras Vietnam

Keterangan Gambar : Beras sedang di Bongkar di Terminal Kijing.Foto: Humas Pelindo Regional 2 Pontianak
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KALBAR: Terminal Kijing menggeliat, Bulog Bongkar 6 ribu Ton Beras dari Vietnam.
"Kegiatan bongkar beras milik PT Bulog (Persero) itu sebanyak 6.012 ton, yang diangkut MV Vien Dong 09, berbendera Vietnam, panjang 102,79 M/4.089 GT, sandar di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, "jelas Hambar Wiyadi General Manajer Pelindo Regional 2 Pelabuhan Pontianak, dikutip Senin ( I/5/23).
Sebelum dilaksanakan kegiatan bongkar, tambah Hambar, terlebih dahulu dilakukan "Breifing Safety Talk", Minggu ( 30/4/23) yang dilaksanakan di area demaga Terminal Kijing, kepada seluruh personil/petugas/pekerja/TKBM yang akan melaksanakan kegiatan operasional lapangan.
Baca Lainnya :
- Hari Buruh, SP TPK Koja Berdialog dengan Menaker 0
- JTCC Perpanjang Diskon Tarif, Melancarkan Arus Barang Paska Lebaran 20230
- Drone Hancur Ditembak Rudal Strategis TNI AL di Udara Bali0
- Angkutan Lebaran, 63 Terminal Pelindo Sudah Layani 1,1 Juta Penumpang0
- Kapal Evelyn Calisca Terbalik, 11 Penumpang Kehilangan Nyawa0
Hambat menekankan,"Tetap utamakan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja, jika ada sitausi dan kondisi yang membahayakan lingkungan kerja segera diinformasikan dan kita atasi bersama,"imbuh Hambar.
Kegiatan bongkar beras tersebut menggunakan 3 (tiga) gang crane. (Arry/Oryza)











