- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
- 1.101 Sarjana Penggerak Pembangunan Kampung Nelayan Timba Ilmu Maritim di Koarmada II
Solidaritas Sosial untuk Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
BENCANA banjir bandang melanda Sumatera mengetuk hati semua pimpinan derah.
Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera bukan hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga memunculkan semangat kebersamaan di antara sesama anak bangsa.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah untuk urunan membantu daerah yang terdampak akibat ganasnya bencana ini.
Baca Lainnya :
- Jaga Populasi Perikanan0
- TNI Anak Kandung Rakyat0
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
Permintaan ini disampaikannya melalui surat edaran (SE) yang telah dikeluarkan pada 1 Desember 2025 sebagai payung hukum. Urunan dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dimiliki tiap daerah.
Tito menyampaikan, solidaritas diperlukan karena bencana bisa terjadi di daerah mana saja dan kapan saja. Terlebih, pemerintah daerah yang terdampak bencana mengalami keterbatasan.
Purnawirawan Polri bintang empat itu mengaku mendapat keluhan lantaran anggaran belanja tidak terduga di wilayah itu sudah banyak terpakai.
"Saya dapat keluhan dari kepala daerah, karena ini sudah akhir tahun. Anggaran BTT mereka, biasanya mereka di daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga. Rata-rata sudah sangat tipis sekali, padahal itu andalan mereka," tutur Tito.
Oleh karenanya, ia meminta daerah-daerah untuk saling membantu, utamanya dengan daerah yang anggarannya masih kuat.
"Bagi daerah-daerah yang kuat, saya tahu yang masih punya simpanan, silakan waktunya untuk membantu baik langsung maupun tidak langsung," ucap Tito. (Red)











