- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
- 1.101 Sarjana Penggerak Pembangunan Kampung Nelayan Timba Ilmu Maritim di Koarmada II
Jaga Populasi Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 15 ribu ekor benih ikan ke Sungai Ciluwung berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya KKP yang terus menerus menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan.
Ikan yang ditebar merupakan ikan-ikan lokal di antaranya ikan nilem (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii).
Benih tersebut merupakan hasil pengembangan Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola BRPBATPP di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni FPIK IPB.
Baca Lainnya :
- TNI Anak Kandung Rakyat0
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam0
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta mengatakan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan.
Pelepasliaran atau restocking ini menjadi upaya penting dalam memulihkan populasi ikan di alam, memperkuat ekosistem perairan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Karenanya, masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya keberlanjutan populasi ikan. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang pentingnya asuoan gizi dari sumber ikan. (Red)











