- Tukar Jabatan, Maruli Simanjuntak Jabat Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
Jaga Populasi Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 15 ribu ekor benih ikan ke Sungai Ciluwung berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya KKP yang terus menerus menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan.
Ikan yang ditebar merupakan ikan-ikan lokal di antaranya ikan nilem (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii).
Benih tersebut merupakan hasil pengembangan Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola BRPBATPP di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni FPIK IPB.
Baca Lainnya :
- TNI Anak Kandung Rakyat0
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam0
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta mengatakan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan.
Pelepasliaran atau restocking ini menjadi upaya penting dalam memulihkan populasi ikan di alam, memperkuat ekosistem perairan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Karenanya, masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya keberlanjutan populasi ikan. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang pentingnya asuoan gizi dari sumber ikan. (Red)











