- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
Pusat Perikanan Internasional Dibangun di Jembrana Bali, Rp891 Miliar Digelontorkan

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi pembangunan Pusat Perikanan Internasional. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BALI: Provinsi Bali tepatnya Kabupaten Jembrana, akan memiliki Pusat Perikanan Internasional. Mega proyek senilai Rp891 miliar tersebut tahun ini mulai dibangun.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Kabupaten Jembrana di ujung barat Pulau Bali, tepatnya di Desa Pangembangan, dipilih menjadi lokasi pembangunan Pusat Perikanan Internasional karena lokasinya strategis Selain itu berhubungan langsung dengan laut internasional dan memiliki potensi perikanan yang sangat besar.
Di PPN (Pusat Perikanan Nusantara) Pengambengan, adalah wilayah perairan yang memiliki hasil laut melimpah dan potensi ikan sangat besar. Mulai dari ikan tuna, ikan lemuru, serta ikan pelagis lainnya, jadi sangat strategis," kata Sakti Wahyu Trenggono, Senin (23/1/2023).
Baca Lainnya :
- Catat! Potensi Gelombang 7 Hari Kedepan dan Sebaran Hujan0
- Gunung Anak Krakatau Menggeliat Lagi, Masyarakat Diimbau Waspada0
- TNI AL dan US Navy Chaplain Tukar Pengalaman Soal Membina Mental Prajurit0
- Pesawat SAM Air Bawa 11 Penumpang Tergelincir di Papua, Ban Pecah Sayap Patah 0
- 340.411 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Liburan Imlek 20230
Menurut Sakti, lokasi strategis yang dekat dengan Surabaya dan menyambung Laut Banda, sangat cocok jadi lokasi pembangunan mega proyek tersebut. "Saya kira ini akan menjadi pelabuhan perikanan modern, apalagi lokasinya sangat strategis dan langsung berhubungan dengan laut internasional," sambung Sakti.
Selain itu, lahan PPN Pengambengan juga akan diperluas, dengan tambahan lahan darat dan kolam labuh. Dengan perluasan ini semua fasilitas pendukung Pusat Perikanan Internasional bisa lebih maksimal.
Sebelumnya, luas lahan PPN pengambengan i 13,5 hektar dan kolam labuh 25 hektar. "Nah ini diperluas lagi sekitar 88,5 hektar," kata Sakti.
Pembangunan mega proyek di Jembrana tersebut diharapkan melibatkan seluruh tokoh masyarakat dalam pengawasan, sehingga dapat berjalan lancar dan sesuai apa yang direncanakan.
Diharapkan juga, tempat ini tidak hanya pusat perikanan, namun juga akan dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Karena akan dibuatkan port yacht atau pelabuhan mini tempat berlabuh kapal pesiar yang rencananya akan terintegrasi dengan Sircuit All In One. (Riz/Oryza)











