- Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL: Perpaduan Disiplin, Seni dan Budaya Bikin Negara Tetangga Kagum
- Atraksi Reog Prajurit KRI Bima Suci Memukau Pengunjung City Parade di Rizal Park Manila
- Pelindo, BNN dan BPBD Kota Surabaya Edukasi Anak Kenal Pelabuhan dan Bahaya Narkoba
- IPC TPK dan PTP Teluk Bayur Sinergi Operasional Perkuat Kinerja Bongkar Muat
- Pengurus Koperasi Merah Putih Kampung Nelayan Dibekali Edukasi Teknis dan Manajerial
- 6 Ton Pasir Timah Selundupan Dicegat TNI AL di Kawasan Ancol
- Genjot Swasembada Garam Nasional, KKP Gandeng PT Garam Kelola K-SIGN Rote Ndao
- Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Bangun Kolaborasi Nasional
- PT Pelindo Terminal Petikemas dan TTL Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Nelayan
- Kodaeral XII Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal di Pelabuhan Panglima Utar
Gunung Anak Krakatau Menggeliat Lagi, Masyarakat Diimbau Waspada

Keterangan Gambar : Gelombang laut di Selat Sunda antara perairan Lampung dan Banten, Minggu (22/1/2023) sebelum Gunung Anak Krakatau erupsi, cukup tinggi. Goyangan kapal terasa lebih kencang membuat sejumlah penumpang pusing. Foto: indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMB),LAMPUNG: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung, sejak Minggu (22/1/2023) malam menggeliat lagi dan beberapa kali mengalami erupsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terekam pada Senin pukul 00.41 WIB dan pukul 04.42 WIB. Namun abu letusannya tidak teramati.
Pantauan indonesiamaritimenews.com beberapa jam sebelum erupsi, gelombang di Selat Sunda antara perairan Lampung dan Banten terasa cukup tinggi. Penumpang kapal ferry merasakan pusing akibat goyangan kapal yang terasa cukup kuat dan sesekali terasa seperti membentur benda keras.
Baca Lainnya :
- TNI AL dan US Navy Chaplain Tukar Pengalaman Soal Membina Mental Prajurit0
- Pesawat SAM Air Bawa 11 Penumpang Tergelincir di Papua, Ban Pecah Sayap Patah 0
- 340.411 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Liburan Imlek 20230
- Tambak Udang Modern Bakal Dibangun di Sumba Timur, Menteri KP: Dongkrak Ekonomi Rakyat0
- Peduli Yatim dan Dhuafa De Nasti Cafe Berbagi0
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan erupsi beberapa kali terjadi.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 06.07 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Letusan yang terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 80 detik, menimbulkan kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke timur.
Kemudian pada pukul 07.01 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali batuk-batuk. Kali ini tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 mdpl dan kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke timur. Erupsi terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 27,5 detik.
Anak Krakatau mengalami erupsi lagi pada pukul 07.59 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 657 mdpl dan kolom abu kelabu hingga kelam tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 143 detik.
Selanjutnya, pukul 08.08 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau kurang lebih 457 mdpl dan kolom abu kelabu hingga hitam tebal mengarah ke tenggara. Letusan itu terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 121 detik.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada pukul 09.28 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak atau kurang lebih 457 mdpl dan kolom abu kelabu tebal mengarah ke tenggara. Letusan itu terekam seismograf memiliki amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 38 detik.
PVMBG menyarankan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Gunung api tersebut statusnya kini Siaga (Level III).(Riz/Oryza)











