- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
PELNI Pulangkan Hewan Endemik Papua Selundupan di KM Sinabung

Keterangan Gambar : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memulangkan satwa endemik Papua yang upaya penyelundupannya berhasil digagalkan pada Februari lalu. Menggunakan KM Sinabung, hewan-hewan tersebut dikembalikan ke habitatnya. Foto: Dok. PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memulangkan satwa endemik Papua yang upaya penyelundupannya berhasil digagalkan pada Februari lalu. Menggunakan KM Sinabung, hewan-hewan tersebut dikembalikan ke habitatnya.
PELNI juga mendorong pengelola pelabuhan untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang. Pengawasan harus dilakukan guna mencegah praktik penyelundupan satwa dilindungi melalui moda transportasi laut.
Satwa selundupan tersebut diangkut menggunakan KM Sinabung yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ternate pada Minggu (8/3/2026) dan tiba di Pelabuhan Manokwari pada Senin (9/3) pukul 21.30 WIT.
Baca Lainnya :
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang0
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal0
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara0
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara0
- Uji Petik 4 Kapal Penumpang, Ditjen Hubla Pastikan Angkutan Lebaran 2026 Aman0
Satwa yang dikembalikan terdiri dari 10 ekor kanguru, 3 ekor kuskus, dan 4 ekor ular yang merupakan satwa endemik Papua. Setibanya di Pelabuhan Manokwari, satwa-satwa tersebut langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Manokwari untuk penanganan lebih lanjut sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa PELNI berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa liar serta memastikan proses pengembalian satwa dapat berjalan dengan baik.
“PELNI mendukung penuh langkah BKSDA dalam mengembalikan satwa endemik Papua ke wilayah asalnya. Proses pengangkutan kembali satwa tersebut telah dilakukan melalui KM Sinabung dengan pendampingan oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah I Ternate bersama Polda Maluku Utara dan Polairud serta pengawalan dokter hewan untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga selama pelayaran,” ujar Ditto, Selasa (10/3/2026).
Pengawasan di Kapal
Ditto menegaskan, setiap temuan satwa liar di atas kapal merupakan hasil dari upaya pengawasan dan tindakan proaktif yang dilakukan oleh awak kapal dan petugas PELNI selama pelayaran.
“Pengamanan di atas kapal terus kami perkuat melalui tim pengamanan yang bertugas selama pelayaran. Kami juga berkolaborasi dengan TNI AL untuk memperkuat keamanan di atas kapal,” tambah Ditto.
Berdasarkan data Perusahaan, dalam kurun waktu tahun 2022 hingga 2025 tercatat telah terjadi sembilan kali kasus penyelundupan satwa liar yang terdeteksi melalui kapal penumpang.
“Kami tidak akan mentolerir keterlibatan pihak internal. Apabila terbukti ada petugas PELNI yang terlibat dalam praktik penyelundupan satwa liar, kami siap menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ditto.
Sebelumnya, upaya penyelundupan satwa endemik Papua ini berhasil digagalkan oleh kru kapal PELNI di atas KM Sinabung pada Selasa (10/2) lalu. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat Karantina dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai informasi, KM Sinabung merupakan satu dari 26 kapal penumpang milik PELNI dengan kapasitas 2.000 penumpang yang melayari rute Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Banggai – Bitung – Ternate – Bacan – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura (PP). (Arry/Mar)











