- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Presiden Jokowi Wanti-wanti Ancaman Cuaca Ekstrem di Penghujung 2022

Keterangan Gambar : Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi karena cuaca ekstrem pada penghujung 2022.
Presiden mengatakan, di penghujung tahun 2022 memasuki tahun 2023, ada beberapa hal yang akan disampaikannya. "Pertama antisipasi bencana cuaca ekstrem dan yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas agar kita semuanya memberikan perhatian," kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/12/2022).
Hal tersebut disampikan Jokowi dalam pengantar Sidang Paripurna dengan agenda (1) Perkiraan kondisi perekonomian tahun 2023, (2) Evaluasi penanganan COVID-19 dan (3) Antisipasi Krisis Pangan dan Energi. Acara ini dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri kabinet Indonesia Maju dan sejumlah kepala lembaga tinggi negara.
Baca Lainnya :
- Hadapi Tantangan Global, Indonesia Ajak Negara Kepulauan Perkuat Ekonomi Biru0
- Syukuran Sederhana HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Ini Pesan Kapolda Kepada Anggotanya0
- Genjot Ekonomi Nelayan Sampang, Ini Langkah Kementerian Kelautan0
- Heboh Pulau Widi Halmahera Dilelang di Amerika, Begini Sikap Pemerintah0
- Viral Pulau Widi di Maluku Akan Dilelang, KKP: Pengelola Belum Kantongi Izin0
Presiden memgatakan, memaksimalkan informasi cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini dan juga mitigasi bencana di seluruh daerah yang memiliki potensi bencana, harus diperhatikan.
Para menteri juga diminta memastikan negara betul-betul hadir saat terjadi bencana.
"Segerakan bantuan kemanusiaan dan juga segerakan rekonstruksi bangunan yang terdampak gempa ataupun bencana lainnya apabila memang keadaan sudah memungkinkan untuk segera dimulai," tegas Presiden.
Jokowi juga meminta antisipasi dan mitigasi terhadap penanganan COVID-19 agar tetap dilakukan. "Meskipun saya lihat ini sudah terjadi penurunan yang lumayan banyak, karena di 5 Desember kemarin setelah naik sampai 6 ribu (kasus) bahkan 7 ribu (kasus), per 5 Desember kemarin saya lihat kasus hariannya sudah di angka 2234," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Seperti diketahui, cuaca ekstrem dan bencana alam terjadi di Indonesia di penghujung 2022 ini. Bencana terbesar gempa bumi berkekuatan 5,6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 yang menewaskan 334 orang tewas, dan 8 orang lainnya masih hilang.
Selain Cianjur, menyusul kemudian gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu 3 Desember 2022. Meski tidak ada korban jiwa, namun 135 bangunan rumah terdampak gempa.
Menyusul kemudian peristiwa erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 4 November 2022. Semburan awan panas membuat sekitar 2.200 warga harus mengungsi. (Arry/Oryza)











