- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Penyelundupan 30 Kg Sabu Asal Malaysia Lewat Perairan Asahan Digagalkan Polda Sumut

Keterangan Gambar : Petugas memeriksa tersangka dan barang bukti narkoba selundupan. Foto: Polda Sumut
Indonesiamaritimenews.com (IMN),MEDAN : Penyelundupan 30 kilogram sabu-sabu dan 8.000 butir ekstasi lewat perairan Asahan, Sumut, digagalkan polisi. Aparat Polda Sumut menangkap tiga lelaki yang membawa narkoba tersebut.
Upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia tersebut dibongkar tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dan Polairud. Polisi menyita 30 sabu-sabu dan 8.000 butir pil ekstasi asal Malaysia itu diselundupkan melalui kapal di perairan Asahan, Jermal Tele Sei Sembilang, Kabupaten Asahan.
Tiga lelaki yang diamankan masing-masing AS, 49, alias Rambo, tekong (pengendali), warga Desa Sungai Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai; TM, 47, alias Toto, tekong kapal, warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai; serta MP, 37, alias Imul, ABK warga Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.
Baca Lainnya :
- Kapal Cantika 77 Terbakar di Kupang, 17 Penumpang Tewas, Ini Kronologinya0
- Pembangunan Pelabuhan Patimban Digeber, Dermaga Kontainer Capai 840 Meter0
- Wanita Peru Telan 1,2 Kg Kokain, Diselundupkan ke Indonesia, Ditangkap di Bandara Soetta0
- Kasus Pembunuhan Brigadir J, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Tidak Ajukan Eksepsi0
- Ini Dia Pelabuhan Sudah Memiliki Sambungan Listrik Darat0
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengungkapkan awalnya tim gabungan Unit 2 Subdit II Dit Res Narkoba Polda Sumut dan Polairud Polda Sumut menerima informasinya penting. Petugas menerima informasi ada kapal yang membawa narkoba untuk diselundupkan dari Malaysia melalui Perairan Asahan tepatnya lewat jalur Jermal Tele Sei Sembilang.
“Tim gabungan dengan menggunakan kapal patroli bergerak menuju lokasi. Hingga akhirnya mendapat informasi tentang orang yang dicurigai sebagai kurir penjemput narkoba,” katanya.
Diungkapkan Hadi, pada Kamis 20 Oktober 2022 sekira pukul 10.00 WIB di Perairan Asahan tepatnya di Jalur Jermal Tele Sei Sembilang, petugas melihat satu unit kapal nelayan warna biru hijau bermesin dompeng tanpa nama dan tanda selar melihat dengan gerak-gerik mencurigakan. Kemudian Petugas menghentikan kapal itu dan langsung diperiksa. Hasilnya, di atas palka belakang ditemukan satu kardus coklat berisiļ satu bal plastik warna putih. "Di dalam bungkusan ditemukan dua bungkus plastik klip besar yang masing-masing berisi narkoba jenis ekstasi dengan total kesuruhan lebih kurang 8.000 butir,” ungkap Hadi.
Selain itu di lantai dek kapal sebelah kiri juga ditemukan satu plastik besar warna hitam yang di dalamnya ditemukan empat bal plastik hitam. Di dalamnya ternyata berisi teh kemasan china merek GuangYinWang yang diduga berisi 30 kg sabu.
DIUPAH RP15 JUTA
Hadi menjelaskan, ketiga pria itu bersama barang bukti dibawa ke Direktorat Narkoba Polda Sumut. Ketiganya mengaku hanya disuruh menjemput ke tengah laut perbatasan Malaysia sesuai titik kordinat yang diberikan oleh berinisial J.
Tersangka AS als Rambo, TM als Toto, dan MP als Imul mengaku dijanjikan upah sebesar Rp15 juta per kilogram. "Nantinya narkoba akan dibawa menuju tangkahan dari Teluk Tanjungbalai," ungkap Hadi. Sesuai dengan janji, bila telah sampai akan diberikan arahan oleh J untuk diserahkan kepada seseorang. Namun tugas gagal karena mereka ditangkap aparat kepolisian. (Van/ Rud/ Oryza))











