Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Jumlah Alumni Terserap di Pasar Kerja

By : Indonesia Maritime News 20 Okt 2026, 14:18:18 WIB Nasional
Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Jumlah Alumni Terserap di Pasar Kerja

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), di BPVP Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026) malam. Foto: Kemnaker


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta para Kepala BPVP di seluruh Indonesia mengukur keberhasilan pelatihan dari jumlah alumni yang terserap di pasar kerja, bukan dari banyaknya peserta yang dilatih.

Permintaan itu disampaikan Menaker dalam arahan bertema Percepatan Transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), di BPVP Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026) malam.

Yassierli menyebut perubahan cara pandang jajaran BPVP diperlukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, termasuk pengangguran dan kompetensi lulusan.

Baca Lainnya :

“Jangan lagi membanggakan berapa banyak orang yang sudah dilatih, tetapi berapa banyak orang yang setelah dilatih bisa langsung bekerja. Itu yang harus kita kejar bersama,” kata Yassierli.

Untuk membekali lulusan baru dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, Kemnaker menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub) bagi fresh graduate.

Kemnaker juga akan menghadirkan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi untuk membuka akses pelatihan dan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Perwakilan Pemerintah Pusat

Yassierli meminta jajaran BPVP memandang balai sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. Karena itu, kerja balai harus diarahkan untuk menyukseskan program Kemnaker dan program pemerintah pusat secara keseluruhan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Yassierli menyampaikan empat pilar budaya kerja di lingkungan BPVP, yaitu kekuatan persatuan dan kesatuan langkah, penguatan peran setiap individu, organisasi yang lincah dan adaptif terhadap perubahan, serta berani bersuara dan menyampaikan kebenaran secara proaktif.

Yassierli juga berpesan agar seluruh jajaran tidak cepat puas, menjaga integritas, mengedepankan inovasi, dan memberi ruang bagi setiap instruktur untuk berkembang. Ia ingin balai menjadi tempat tumbuh yang nyaman. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook