Soal Cara Bertahan Hidup di Hutan, Tentara Australia Nyerah, Berguru pada Marinir Indonesia

By : Indonesia Maritime News 19 Okt 2026, 14:52:35 WIB Hankam
Soal Cara Bertahan Hidup di Hutan, Tentara Australia Nyerah, Berguru pada Marinir Indonesia

Keterangan Gambar : Prajurit Korps Marinir TNI AL mengenalkan cara bertahan hidup di hutan (jungle survival) kepada prajurit Australian Defence Force (ADF) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di hutan Pusat Latihan Pertempuran 5 Marinir, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN), SITUBONDO: Prajurit Australian Defence Force (ADF) mengakui keunggulan Marinir Indonesia bertahan hidup di hutan. Militer negara  tetangga tersebut belajar dari TNI AL soal jungle survival.

Prajurit Korps Marinir TNI AL mengenalkan cara bertahan hidup di hutan (jungle survival) kepada prajurit Australian Defence Force (ADF) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di hutan Pusat Latihan Pertempuran 5 Marinir, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Dalam latihan tersebut, prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir memberikan materi tentang pemanfaatan sumber daya alam yang dapat digunakan untuk bertahan hidup di hutan serta cara mengolahnya.

Baca Lainnya :

Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir, Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengasah kembali naluri prajurit untuk dapat bertahan hidup dengan cara memanfaatkan alam sekitar. Setelah menerima berbagai macam materi dan latihan, prajurit Yonif 5 Marinir mampu mengaplikasikannya dalam medan penugasan sesungguhnya.

"Kesiapan mental dan fisik merupakan kunci utama keberhasilan survivor untuk dapat bertahan hidup," tegas Komandan Brigif 2 Marinir.

Seperti diketahui, TNI Angkatan Laut  menggelar Latgabma Keris Woomera 2026 bersama Angkatan Bersenjata Australia/Australian Defence Force (ADF) di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) ini dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Demonstrasi diawali dengan penyusupan unsur laut (surface insertion) dan kegiatan pengintaian yang melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367, HMAS Choules, HMAS Stalwart, dan HMAS Perth.  (Arry/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook