- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji
- Edukasi Keselamatan Melaut, Posal Sungai Kakap Gelar Penyuluhan Nelayan Kecil
- Kasal Resmikan Pembangunan dan Perbaikan Sarana Pendidikan Kodiklatal
- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T

Keterangan Gambar : Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) bersinergi dengan Bank Indonesia (BI), secara resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Dermaga Pulau Selayar Kodaeral VI, Selasa (13/10/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SELAYAR: Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) bersinergi dengan Bank Indonesia (BI), secara resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Dermaga Pulau Selayar Kodaeral VI, Selasa (13/10/2026).
Mengusung tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”, ekspedisi yang menggunakan KRI Marlin-877 ini menjadi wujud nyata kolaborasi TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 mendistribusikan uang Rupiah layak edar senilai Rp25 milyar ke sejumlah pulau di Provinsi Sulawesi Selatan. Pelayaran dijadwalkan berlangsung pada 13–19 Oktober 2026, menempuh rute Makassar–Pulau Gondong Bali–Pulau Badi–Pulau Liukang Loe–Pulau Bahuluang–Pulau Selayar–Makassar, dengan total jarak pelayaran mencapai 410 nautical miles (NM).
Baca Lainnya :
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji0
- Edukasi Keselamatan Melaut, Posal Sungai Kakap Gelar Penyuluhan Nelayan Kecil0
- Mengenakan Batik, Sekjen PBB António Guterres Temui Presiden Prabowo di Hambalang0
- Sekjen PBB António Guterres Kunjungi Indonesia0
- Kasal Resmikan Pembangunan dan Perbaikan Sarana Pendidikan Kodiklatal0
Misi ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
Kegiatan pelepasan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi; Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan dan para pemangku kepentingan sektor keuangan.
Dalam sambutan Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan yang dibacakan Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, disampaikan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara.
Berkibarnya Merah Putih dan beredarnya Rupiah di pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata bahwa wilayah tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dalam menyukseskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, TNI Angkatan Laut akan menggunakan KRI Marlin-877. Kapal ini merupakan salah satu ujung tombak TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas menjaga keamanan laut di wilayah kerja Koarmada RI, termasuk di perairan Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya,” ungkap Laksda TNI Andi Abdul Azis.
Berlangsung Meriah
Prosesi pelepasan berlangsung meriah dan penuh makna, diawali dengan penampilan Tari Pakarena sebagai tarian tradisional khas Sulawesi Selatan, dilanjutkan dengan penyematan rompi ERB dan pemberian cinderamata.
Puncak acara ditandai dengan pelepasan tali tambat kapal oleh Dankodaeral VI bersama unsur Forkopimda Sulawesi Selatan sebagai simbol dimulainya pelayaran misi Rupiah Berdaulat 2026.
Selain pelayaran menggunakan KRI Marlin-877, kegiatan ini juga diramaikan dengan pelepasan komunitas Vespa ART Scooter Indonesia yang melaksanakan ekspedisi menuju Desa Kulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut bertujuan menarik dan mengumpulkan uang logam serta uang kertas yang sudah tidak layak edar. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari tradisional Paraga dan Marching Band Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wadan Kodaeral VI, Kakudam XIV Hasanuddin, Kaku Kodau II, Kabid Keu Polda Sulsel, Jaksa Fungsional Bidang Datun Kejati Sulsel, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, para PJU dan Kadis/Kasatker Kodaeral VI, Pabandya Opsla Ban II Ops Sopsal, Komandan KRI Marlin Satrol Kodaeral VI, Kepala KPW LPS III Makassar, Kepala KPW BPK RI Provinsi Sulsel, para pimpinan perbankan, serta Kepala OJK Regional 6 Sulampua yang diwakili Deputi Direktur OJK.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan negara, memperkuat sistem pembayaran nasional, serta menghadirkan Rupiah sebagai simbol persatuan hingga pelosok Nusantara. (Arry/Mar)











