- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Luar Biasa! Gelaran Wayang Orang Pandawa Boyong Dapat Apresiasi UNESCO

Keterangan Gambar : Pagelaran Wayang Orang dengan lakon “Pandawa Boyong” yang diselenggarakan oleh TNI AL dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera bukan hanya membuat decak kagum publik di dalam negeri tetapi juga di luar negeri bahkan meraih penghargaan dan apresiasi dari UNESCO.Foto: Dispen AL
Indonesiamaritimenews.com (IMN)JAKARTA: Luar Biasa. Pagelaran Wayang Orang dengan lakon “Pandawa Boyong” yang diselenggarakan oleh TNI AL dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera pada 15 Januari bukan hanya membuat decak kagum publik di dalam negeri serta meraih penghargaan MURI. Gelaran tersebut juga mendapat apresiasi dari UNESCO.
UNESCO yang diwakili oleh Ketua Regional Asia Pasifik, Christina Cojocaru, yang juga hadir dan menyaksikan secara langsung pagelaran menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat menyaksikan bagaimana semangat gotong-royong ini diwujudkan dalam pagelaran Wayang Orang.
“Terima kasih kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, karena telah menghidupkan pertunjukan Pandawa Boyong yang inspiratif dan mendidik. Kerja keras dan upaya luar biasa dalam mempromosikan dan melestarikan bentuk seni tradisional Wayang Orang mendapat apresiasi positif dari UNESCO.” ungkap Christina Cojocaru, Ketua Regional Asia Pasifik UNESCO.
Baca Lainnya :
- Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong, TNI AL Kembali Raih Penghargaan MURI0
- Bus Air KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa Bawa Wisatawan Nikmati Danau Toba0
- Penuhi Standar PBB, KRI Frans Kasiepo-368 Peroleh Apresiasi COE di Lebanon0
- Dukung Destinasi Wisata, Transportasi Laut dan Udara di Bali Terus Ditingkatkan0
- Rakornas Gubernur Se-Indonesia, Menhub: Pemda Berperan Penting Bangun Infrastruktur Transportasi0
Baca juga: Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong, TNI AL Kembali Raih Penghargaan MURI
Organisasi yang mewadahi pendidikan hingga pelestarian budaya di PBB ini menilai, pagelaran yang diselenggarakan oleh TNI AL sangat luar biasa. Bukan hanya pada pelestarian kebudayaan tetapi juga diperankan oleh para Pimpinan TNI serta POLRI. Hal tersebut mewujudkan sinergitas yang kuat.
INISIASI PANGLIMA TNI
Seperti yang telah diketahui, Pagelaran Wayang Orang ini merupakan inisiasi dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat masih menjabat sebagai Kasal. Lakon Pandawa Boyong menceritakan tentang lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura.
Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa, mereka harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar karena utusan Pendawa untuk berdiplomasi mengalami kegagalan. Kurawa dilengkapi dengan persenjataan lebih banyak, namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang itu.
Senada dengan itu, di kesempatan yang sama Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali juga menyampaikan bahwa, dengan pagelaran wayang orang ini selain dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera juga untuk melestarikan budaya nusantara dan mempelajari sifat-sifat kepemimpinan para tokoh wayang tersebut.
“Pagelaran ini selain dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera, juga untuk menunjukkan bahwa perjuangan harus terus dilakukan, salah satunya dengan melestarikan budaya dan mempelajari nilai-nilai kepemimpinanan dari tokoh-tokoh pewayangan, yang dapat diterapkan oleh para prajurit TNI Angkatan Laut”, ujar Kasal. (Arry/Oryza)











