- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
- Update Gempa di NTT, Korban Meninggal Dunia 111 Orang, 21.552 Warga Masih Mengungsi
- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air

Keterangan Gambar : Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) TNI AL dan Republic of Korea Navy (ROKN) menyelenggarakan Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KORSEL: TNI AL dalam hal ini Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) dan Republic of Korea Navy (ROKN) menyelenggarakan Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026.
Latihan yang digelar pada 25 Agustus hingga 30 Agustus 2026 ini dalam rangka memperkuat kemampuan operasi bawah air. Latihan yang melibatkan Koppeba, Kopaska dan ROKN ini dilaksanakan di Jinhae Naval Base dan Pulau Jeju, Korea Selatan.
Baca Lainnya :
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina0
- Rapim Pembinaan Saka Bahari Nasional 2026, Wujudkan Pertahanan Negara di Laut0
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat0
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT0
- Lagi, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah di Bangka Belitung0
Latma DIVEX 2026 dilaksanakan setahun sekali dengan penyelenggaraan bergantian antara TNI AL dan ROKN. Latihan ini dirancang untuk meningkatan pengetahuan, kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI AL dan ROKN dalam melaksanakan operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air pada kegiatan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Selain itu Latma DIVEX juga memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama militer angkatan laut kedua negara. Latihan ini melibatkan 10 personel Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) dan 2 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) di bawah komando Dansatgas Letkol Laut (S) Mz Lerry yang berdinas sebagai Wadan Satkoppeba 3.
Materi latihan yang komprehensif mencakup beberapa aspek kritikal, di antaranya:
- pengaplikasian prosedur Wet-Bell Diving pada operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air;
- pengaplikasian prosedur Helicopter Rescue Swimming, pengoperasian peralatan ROV (pengamatan visual dan identifikasi objek);
- pengoperasian peralatan Side Scan 3D Sonar guna pencarian, pendeteksian dan identifikasi objek bawah air serta Field Tactical Exercise (FATEX)
- Simulasi misi nyata seperti pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah air, evakuasi black box serta pengangkatan benda berat dengan lifting bag.
Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Baroyo Eko Basuki didampingi Kolonel Laut (P) Norman Faizal turun meninjau langsung pelaksanaan Latma DIVEX 2026 yang juga turut dihadiri oleh delegasi militer dari ROK Navy.
Ia menyatakan, Latma DIVEX-26 bukan hanya sekadar latihan rutin, tetapi merupakan wahana strategis untuk memperdalam hubungan bilateral. “Latihan ini merupakan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan,” jelas Laksma TNI Baroyo.
Melalui latihan ini, TNI AL dan ROKN menunjukkan komitmen nyata guna terus meningkatkan kemampuan operasional, membangun kepercayaan, dan memastikan kesiapan dalam menjawab setiap tantangan keamanan di domain maritim serta memperkuat hubungan bilateral di bidang operasi bawah air serta berbagi pengalaman dalam teknik penyelaman militer modern. (Arry/Mar)











