- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Lagi, TNI AL Amankan 73 Ribu Baby Lobster di Pelabuhan Merak, Modus Ditutupi Tong Plastik Kosong

Keterangan Gambar : Prajurit Lanal Banten mengamankan 73.033 ekor Benih Bening Lobster (BBL) di Pelabuhan Merak. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI AL kembali mengamankan baby lobster ilegal. Kali ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten bersama Satgas Gabungan TNI AL di berhasil mengamankan 73.033 ekor Benih Bening Lobster (BBL) di Pelabuhan Merak.
Puluhan ribu BBL yang rencananya akan diseberangkan menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, diamankan pada Minggu (29/7/2024).
Baca Lainnya :
- Tekong Speed Boat Gagal Lempar Narkoba 770 Gram ke Laut Keburu Disergap TNI AL0
- Mutasi Polri, Brigjen Suyudi Kapolda Banten, Irjen Wishnu Hermawan Kapolda Sumut0
- Lagi, Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster di Kulonprogo0
- Granmax Isi Alat Kecantikan Asal Filipina, Diburu Tim SFQR Lanal Balikpapan, Gagal Masuk Indonesia0
- Mobil Mitsubishi DisergapTim SFQR Lanal Cilacap, 16.000 Baby Lobster Ambyar, Gagal Diselundupkan0
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Arif Rahman mengatakan, BBL tersebut rencananya akan diseberangkan ke daerah Lampung melalui Pelabuhan Merak menggunakan Truk Colt Diesel. Muatan BBL disembunyikan di bagian depan bak mobil truk dan tutupi tong atau drum plastik kosong, kasur busa dan bola kaki plastik guna mengelabui aparat.
Dua orang terduga pelaku masing-masing sopir berinisial DNS (32) dan kernet berinisial FAS (22). Sedangkan barang bukti 73.033 BBL yang dikemas dalam 14 box sterofoam diamankan. Rinciannya, 72.104 ekor BBL jenis pasir dan 929 ekor BBL jenis mutiara.
Penjualan BBL mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Namun kegiatan ilegal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara yang cukup besar.
Terduga pelaku beserta barang bukti diamankan di Mako Lanal Banten. Sementara, guna menjamin keberlangsungan hidup BBL yang sangat rentan kematian apabila salah dalam penanganan, barang bukti baby lobster telah dilepasliarkan di Perairan Carita, Pandeglang.
Terkait keberhasilan tersebut Danlanal Banten menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para prajurit yang berhasil mengungkap penyelundupan BBL ini dan masih terus konsisten serta gigih guna melaksanakan tugas-tugas TNI AL yang diberikan.
Danlanal Banten juga mengimbau para pelaku usaha BBL baik itu nelayan, pengusaha/badan usaha dan pihak-pihak lain yang terkait agar melakukan kegiatan secara resmi/legal, sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No 7 Tahun 2024.
Potensi BBL yang sangat besar di Indonesia, apabila dikelola dengan baik dan benar juga akan berkontribusi sangat positif bagi keberlangsungan budidaya lobster di Indonesia serta mendorong peningkatan ekonomi negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan merespon cepat terhadap segala informasi yang diterima, terutama menindak tegas upaya ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Arry/Oryza)











