- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif
- Mursyid Thariqah an-Naqsyabandiyyah K.H. Muhammad Rohmat Noor Telah Pergi
Lagi, Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster di Kulonprogo

Keterangan Gambar : Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Dr. Devi Erlita memperlihatkan barang bukti Benih Bening Lobster (BBL). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) di Karangwuni Kulonprogo, Yogyakarta pada Kamis (13/06).
Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Dr. Devi Erlita, dalam penjelasannya di Mako Lanal Yogyakarta menyampaikan kronologi kejadian penangkapan. Awalnya tim melaksanakan pemantauan dan pengendapan di sekitar Pantai Karangwuni Kulonprogo. Saat itu terpantau beberapa perahu nelayan yang tengah melaut dengan sasaran tangkap adalah jenis BBL.
Baca Lainnya :
- Granmax Isi Alat Kecantikan Asal Filipina, Diburu Tim SFQR Lanal Balikpapan, Gagal Masuk Indonesia0
- Mobil Mitsubishi DisergapTim SFQR Lanal Cilacap, 16.000 Baby Lobster Ambyar, Gagal Diselundupkan0
- Gagal Penyelundupan Ribuan Baby Lobster, Pelaku Keburu Dibekuk Tim SFQR TNI AL0
- Buronan Kakap Thailand Diringkus Polri di Bali, Ini Kejahatannya0
- Dor.. dor! Sindikat Narkoba Internasional Dilibas Tim F1QR di Perairan Tembilik, Diupah Rp 35 Juta0
Para nelayan tersebut kemudian kembali ke pantai dan menurunkan hasil tangkapan BBL ke tempat penampungan sementara untuk selanjutnya dibawa ke lokasi penampungan/pengepul. Tim segera menuju ke lokasi penampungan/pengepul yaitu dirumah HS alias N.
Selanjutnya tim melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi DI Yogyakarta dan DKP Kabupaten Kulonprogo guna penanganan lebih lanjut barang bukti BBL.
Adapun barang bukti yang diamankan antara lain BBL campuran jenis pasir dan mutiara sejumlah 5.605 ekor. Tim juga mengamankan tiga orang tersangka dengan inisial HS alias N sebagai pengepul, Al, dan SK sebagai nelayan sekaligus pencari dan pengepul BBL dari para nelayan.
Ketiga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mako Lanal Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh TNI AL bersama DKP DIY dan PSDKP Cilacap wilayah kerja Yogyakarta. Setelah dilakukan pendataan, ribuan barang bukti BBL yang berhasil diamankan selanjutnya diserahkan ke DKP DI Yogyakarta akan dilepasliarkan oleh TNI AL dan DKP DI Yogyakarta.
Komandan Lanal Yogyakarta mengatakan, maraknya penyelundupan BBL ke luar negeri membuat Satgas SFQR Lanal Yogyakarta yang dibentuk tahun 2023 lalu meningkatkan pengamanan. Salah satu tugasnya adalah memantau setiap kegiatan penangkapan BBL dan menindak pendistribusian BBL secara ilegal di wilayah kerja Lanal Yogyakarta, khususnya di perairan wilayah Selatan seperti Samas Bantul, Congot Kulonprogo, Sadeng Gunungkidul dan sekitarnya. Pengawasan terus ditingkatkan karena Yogyakarta merupakan salah satu wilayah penghasil BBL.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan merespon cepat terhadap segala informasi yang diterima, terutama menindak tegas upaya ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Riz/Oryza)











